Pemerintah Siap Habiskan Rp 1.123 Triliun
Sabtu, 01/05/2010 10:30 WIB
Jakarta - Anggaran belanja pemerintah akan dinaikkan dari Rp 1.047 triliun menjadi Rp 1.123 triliun pada tahun ini. Badan Anggaran DPR RI menyetujui kenaikan belanja negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 menjadi Rp 1.123 triliun.
Demikian disampaikan oleh Ketua Banggar DPR RI, Harry Azhar Aziz saat dihubungi di Jakarta, Jumat kemarin (1/5/2010).
Sedangkan, penerimaan negara yang semula dalam APBN 2010 ditetapkan Rp 949,6 triliun, akhirnya disepakati menjadi Rp 992,4 triliun.
Berdasarkan Rapat Banggar, penerimaan dalam negeri sebesar Rp 990,5 triliun dan sebanyak Rp 743,3 triliun berasal dari penerimaan perpajakan.
Penerimaan perpajakan tersebut terdiri dari, penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp 720,8 triliun, internasional Rp 22,6 triliun, cukai Rp 59,3 triliun, bea masuk 17,1 triliun, dan bea keluar Rp 5,5 triliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 247,2 triliun. Penerimaan dari hibah mencapai Rp 1,8 triliun, sehingga total penerimaan negara mencapai Rp 992,4 triliun.
Harry menambahkan, defisit anggaran tetap dipertahankan pada angka 2,1% dari PDB atau sebesar Rp 129,8 triliun, dengan totalPDB sebesar Rp 6.380 triliun.
Harry menyatakan anggaran subsidi pada APBN-P 2010 juga akan meningkat dari Rp 157,8 triliun menjadi Rp 201,8 triliun, yang disebabkan oleh kemungkinan naiknya harga minyak. "Kenaikan anggaran subsidi, karena harga minyak juga naik," ujarnya.
Kemudian subsidi BBM disetujui naik menjadi Rp 89,3 triliun, dari Rp 68,7 triliun di APBN 2010. Untuk subsidi listrik juga naik dari Rp 37,8 triliun menjadi Rp55,1 triliun.
"Pertamina sebelumnya meminta margin cost lebih besar namun ditolak DPR," ujarnya.
Hasil akhir kesepakatan anggaran ini kata Harry hanya tinggal pembahasan dengan Pemerintah.
"Tinggal di bahas di raker antara Menkeu dan Menko (Perekonomian) hari Sabtu ini. Undangan sudah kita sampaikan kepada keduanya. Kita harus Raker hari Sabtu, karena mengejar tanggal 3 Mei. Kalau sampai tanggal 3 Mei, APBN-P belum sah menjadi UU maka RAPBN-nya gagal. Jadi kita targetkan semuanya harus selesai hari Senin saat rapat
paripurna," tegasnya.
(nia/dnl)
Demikian disampaikan oleh Ketua Banggar DPR RI, Harry Azhar Aziz saat dihubungi di Jakarta, Jumat kemarin (1/5/2010).
Sedangkan, penerimaan negara yang semula dalam APBN 2010 ditetapkan Rp 949,6 triliun, akhirnya disepakati menjadi Rp 992,4 triliun.
Berdasarkan Rapat Banggar, penerimaan dalam negeri sebesar Rp 990,5 triliun dan sebanyak Rp 743,3 triliun berasal dari penerimaan perpajakan.
Penerimaan perpajakan tersebut terdiri dari, penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp 720,8 triliun, internasional Rp 22,6 triliun, cukai Rp 59,3 triliun, bea masuk 17,1 triliun, dan bea keluar Rp 5,5 triliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 247,2 triliun. Penerimaan dari hibah mencapai Rp 1,8 triliun, sehingga total penerimaan negara mencapai Rp 992,4 triliun.
Harry menambahkan, defisit anggaran tetap dipertahankan pada angka 2,1% dari PDB atau sebesar Rp 129,8 triliun, dengan totalPDB sebesar Rp 6.380 triliun.
Harry menyatakan anggaran subsidi pada APBN-P 2010 juga akan meningkat dari Rp 157,8 triliun menjadi Rp 201,8 triliun, yang disebabkan oleh kemungkinan naiknya harga minyak. "Kenaikan anggaran subsidi, karena harga minyak juga naik," ujarnya.
Kemudian subsidi BBM disetujui naik menjadi Rp 89,3 triliun, dari Rp 68,7 triliun di APBN 2010. Untuk subsidi listrik juga naik dari Rp 37,8 triliun menjadi Rp55,1 triliun.
"Pertamina sebelumnya meminta margin cost lebih besar namun ditolak DPR," ujarnya.
Hasil akhir kesepakatan anggaran ini kata Harry hanya tinggal pembahasan dengan Pemerintah.
"Tinggal di bahas di raker antara Menkeu dan Menko (Perekonomian) hari Sabtu ini. Undangan sudah kita sampaikan kepada keduanya. Kita harus Raker hari Sabtu, karena mengejar tanggal 3 Mei. Kalau sampai tanggal 3 Mei, APBN-P belum sah menjadi UU maka RAPBN-nya gagal. Jadi kita targetkan semuanya harus selesai hari Senin saat rapat
paripurna," tegasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
