detikfinance

RI Nyicil Pokok Utang Luar Negeri Rp 54,136 Triliun

Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 03/05/2010 13:01 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia di tahun ini berencana untuk membayar cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 54,136 triliun pada APBN-P 2010, jumlah ini menurun dibanding rencana awal dalam APBN 2010 yang sebesar Rp 58,843 triliun.

Demikian hasil kesepakatan Badan Anggaran DPR dengan Pemerintah soal APBN Perubahan 2010 yang dikutip Senin (3/5/2010).

Jumlah pembayaran cicilan utang luar negeri ini memang terhitung kecil, dibandingkan dengan total utang keseluruhan utang luar negeri pemerintah Indonesia yang sampai akhir Maret 2010 jumlahnya mencapai US$ 69,37 miliar atau Rp 632,3 triliun.

Dalam kesepakatan tersebut, dijelaskan pada tahun 2010 ini jumlah defisit dalam APBN-P 2010 dinaikkan dari semula 1,6% atau Rp 98,009 triliun menjadi 2,1% atau Rp 129,816 triliun.

Kenaikan defisit ini rencananya akan ditutupi lewat pembiayaan non utang Rp 25,402 triliun dan pembiayaan utang Rp 108,344 triliun.

Pembiayaan non utang ini salah satunya akan berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) di tahun 2009.

Untuk pembiayaan dari utang, pemerintah berencana untuk menarik pinjaman luar negeri sebesar Rp 70,777 triliun. Kemudian dari penerbitan surat utang (SBN/Surat Berharga Negara) sebesar Rp 107,5 triliun.


(dnl/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.