detikfinance

Pertamina Didorong Jadi Pemain Kelas Dunia

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 06/05/2010 12:14 WIB
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mendorong Pertamina untuk terus berekspansi di luar negeri mengingat cadangan migas di dalam negeri yang terbatas.

"Di sektor hulu, ekpansi internasional merupakan pilihan yang perlu diambil mengingat keterbatasan cadangan migas kita," ujar Mustafa dalam acara pelantikan jajaran Dewan Komisaris Pertamina di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/5/2010).

Pertamina memang saat ini sudah melakukan hal tersebut. Namun Mustafa menilai hal ini harus terus ditingkatkan, tidak hanya di level Asia namun juga di seluruh penjuru dunia.

"Tapi dalam melaksanakan itu tetap harus memperhatikan kaidah komersial dan manajemen resiko," kata Mustafa.

Pada kesempatan yang sama, Mustafa juga berpesan agar jajaran komisaris Pertamina yang baru dapat memberikan nasihat dan dorongan kepada direksi Pertamina untuk terus dapat memaju kinerja perusahaan terutama untuk investasi hulu, pengolahan kilang, pelayanan kepada konsumen dan melakukan ekspansi di luar negeri

"Jajaran Komisaris yang baru ini diharapkan dapat mengawal Pertamina terutama dalam pengawasan penerapan good corporate governance," jelasnya.

Mustafa juga mengingatkan agar dalam melakukan pengawasan, para anggota dewan komisaris dalam menghindari adanya adanya benturan kepentingan, menghindari dominasi stake holders, dan dapat mengambil keputusan secara objektif.

"Jadi dalam melakukan pengawasan Dewan Komisaris harus bebas dari tekanan manapun," kata dia.

Sementara itu, Komisaris Pertamina Sugiharto menyatakan kesiapannya untuk mengawal Pertamina untuk terus berekspansi di luar negeri.

Menurut dia, langkah  ekspansi ke luar negeri adalah keniscayaan yang emang harus dilakukan agar Pertamina tidah hanya jago kandang.

"Selain bisa tambah cadangan. Ekspansi ini juga akan menambah pengalaman Pertamina," kat adia.

Sugiharto juga berjanji dirinya akan memacu untuk terus meningkatkan produksi migas Pertamina di sisi hulu dan juga akan memperkuar kegiatan operasional di sisi hiilir, dengan berlandaskan Good Corporate Gorvenance.

"Yang namanya perusahaan migas kan dilihat kemampuan produksi dan cadangannya  yang dimiliki. semakin bisa ditingkat produksi dan dapatkan cadangan baru maka modal Pertamina menjadi perusaaan migas kelas dunia akan tercapai," paparnya.

Seperti diketahui, pada hari ini Mustafa telah melantik  jajaran komisaris Pertamina yang baru. Adapun  susunan lengkap jajaran dewan Komisaris Pertamina tersebut yaitu:

  • Komisaris Utama: Sugiharto (Mantan Menneg BUMN)
  • Wakil Komisaris Utama :Umar Said (Anggota Dewan Komisaris Pertamina)
  • Komisaris: Anny Ratnawati (Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan)
  • Komisaris: Evita Herawati Legowo (Dirjen Migas Kementerian ESDM)
  • Komisaris: Luluk Sumiarso (Mantan Dirjen Migas dan kini staf ahli menteri ESDM)
  • Komisaris: Triharyo Soesilo (Direktur Utama PT Rekayasa Industri/Rekin).
  • KOmisaris: Nurdin Zainal.
 



(epi/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?