Pupuk Kaltim Minta Izin Ekspor Pupuk
Selasa, 18/05/2010 15:41 WIB
Jakarta - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menyiapkan 400.000 pupuk urea untuk diekspor jika pemerintah kembali mengizinkan ekspor pupuk. Saat ini pupuk urea sebanyak itu menumpuk di pabrik karena tidak terserap penuh di pasar dalam negeri.
Presiden Direktur PT PKT Hidayat Nyakman mengatakan sebanyak 400.000 ton pupuk yang belum terserap itu senilai US$ 120 juta yang mengganggur tak digunakan. Perseroan harus menanggung potensi risiko penyusutan pupuk dan risiko bunga.
"Sudah sounding ke pemerintah. Jawabanya Insa Allah," katanya.
Sementara itu Direktur Pemasaran PKT IB Agra Kusuma mengatakan perseroan berharap jika dizinkan oleh pemerintah untuk ekspor 200.000 ton maka akan cukup membantu perseroan. Rencananya jika memang disetujui, pihaknya akan melakukan ekspor ke pasar-pasar tradisional seperti China, Vietnam, India, dan negara-negara Amerika.
Mengenai harga pupuk di pasar internasional, pada tahun 2010 tender terakhir harga pupuk mencapai US$ 271 per ton atau harga rata US$ 280-300 per ton.
"Bulan-bulan September pasti naik," kata Agra.
Pada tahun 2009 lalu PKT berhasil melakukan ekspor pupuk urea sebanyak 197.303 ton. Pada tahun 2010 ini perseroan berharap bisa mengekspor sebanyak 200.000 ton pupuk urea.
"Dikasih izin ekspor 100.000 ton saja, kita sudah terima kasih," kata Hidayat.
(hen/dnl)
Presiden Direktur PT PKT Hidayat Nyakman mengatakan sebanyak 400.000 ton pupuk yang belum terserap itu senilai US$ 120 juta yang mengganggur tak digunakan. Perseroan harus menanggung potensi risiko penyusutan pupuk dan risiko bunga.
"Sudah sounding ke pemerintah. Jawabanya Insa Allah," katanya.
Sementara itu Direktur Pemasaran PKT IB Agra Kusuma mengatakan perseroan berharap jika dizinkan oleh pemerintah untuk ekspor 200.000 ton maka akan cukup membantu perseroan. Rencananya jika memang disetujui, pihaknya akan melakukan ekspor ke pasar-pasar tradisional seperti China, Vietnam, India, dan negara-negara Amerika.
Mengenai harga pupuk di pasar internasional, pada tahun 2010 tender terakhir harga pupuk mencapai US$ 271 per ton atau harga rata US$ 280-300 per ton.
"Bulan-bulan September pasti naik," kata Agra.
Pada tahun 2009 lalu PKT berhasil melakukan ekspor pupuk urea sebanyak 197.303 ton. Pada tahun 2010 ini perseroan berharap bisa mengekspor sebanyak 200.000 ton pupuk urea.
"Dikasih izin ekspor 100.000 ton saja, kita sudah terima kasih," kata Hidayat.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
