detikfinance

Pajak Tinggi, Investor Tambang Kabur dari Australia

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Minggu, 23/05/2010 14:19 WIB
foto:ilustrasi Reuters
Sydney - Investor asing di sektor pertambangan melarikan diri dari Australia setelah pemerintah negeri Kanguru itu memutuskan untuk menerapkan pajak sebesar 40% dari laba perusahaan pertambangan mulai Juli 2012.

Direktur Eksekutif  Fortescue Metals Group (FMG.AX),  Andrew Forrest menyatakan sektor pertambangan telah menyelamatkan Australia dari krisis ekonomi seperti dialami Yunani, namun sayangnya kehadiran aturan pajak yang baru itu justru akan menghambat investasi ke depan.

Dalam wawancarannya dengan Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Minggu (23/5/2010), Forrest menyatakan saat ini para bankir telah menarik diri dari proyek-proyek baru yang sudah direncanakan oleh perusahaan sejak aturan pajak baru itu diumumkan pemerintah, sementara perusahaan tambang yang asetnya dimiliki Australia benar-benar  terpukul di pasar saham.

"Lihatlah mereka melarikan diri dari Australia. Anda dapat lihat seluruh nilai saham perusahaan tambang yang asetnya dimiliki Australia. Anda juga dapat harga saham perusahaan-perusahaan dengan aset di luar negeri. Mereka bisa tetap stabil," ujar Forrest seperti dikutip dari Reuters, Minggu (23/5/2010).

"Sektor pertambangan juga telah menyelamatkan kita dari situasi yang dialami Yunani. Sektor ini menjadi kekuatan yang mendorong kita melalui krisis keuangan global. Sekarang kita tidak memiliki kemampuan untuk berinvestasi, sumber dana yang diperlukan untuk mendukung proyek-proyek masa depan hilang," imbuh Forrest.

Para pengamat mengatakan Fortescue Metals Group termasuk di antara yang paling terpukul oleh aturan pajak baru yang diputuskan pemerintah pada awal bulan ini.

Penerapan pajak 40% untuk laba perusahaan pertambangan mulai Juli 2012 itu dilakukan guna memperoleh dana AUD 12 miliar (US$11,1 miliar) pada dua tahun pertama aturan itu diterapkan.

Sejak aturan ini diumumkan perusahaan-perusahaan pertambangan, termasuk Fortescue, menangguhkan proyek-proyek investasi yang besar.

Forrest mengatakan struktur pajak baru berarti perusahaan harus membayar pajak sebelum mereka melunasi pinjaman dan bunga  ke bank, sehingga mustahil untuk meningkatkan pembiayaan untuk proyek-proyek baru.

Menurut Forrest, perbankan telah menarik diri dari beberapa proyek yang direncanakan Fortescue, termasuk proyek Solomon Hub di negara bagian Australia Barat senilai US$ 9 miliar.

(epi/dru)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.