Minat Investasi Eropa ke RI Terimbas Krisis
Senin, 24/05/2010 18:19 WIB
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengakui krisis Eropa khususnya di Yunani dan beberapa negara lainnya di Eropa telah mempengaruhi investasi ke Indonesia. Realisasi investasi Eropa tetap ada namun tidak signifikan karena masih terpengaruh krisis.
"Kalau Eropa sedikit, tapi konsisten ada, cukup mempengaruhi (karena krisis)," kata Gita saat ditemui di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2010).
Namun kata Gita, meski krisis Eropa mempengaruhi investasi Indonesia namun ia harus optimis bisa terus menggaet investasi dari Eropa termasuk negara-negara lainnya seperti dari Asia, Australia, dan Amerika Serikat.
"Kita harus dapat, tapi so far so good-lah, doanya dzikir-nya begitu," katanya.
Berdasarkan data BKPM pada tahun periode 2003-2009 negara yang berinvestasi ke Indonesia posisi teratas masih diduduki oleh Singpura dengan total investasi US$ 13,39 miliar, disusul Mauritius US$ 10,46 miliar, Jepang US$ 6,4 miliar, Inggris US$ 5,5 miliar, Belanda US$ 2,87 miliar, Korea Selatan US$ 2,6 miliar, Malaysia US$ 1,41 miliar, Hongkong US$ 1,1 miliar, Seychel US$ 974 juta, Amerika Serikat US$ 848,2 juta, Taiwan US$ 772,6 juta, Perancis US$ 636,7 juta, Australia US$ 574 juta, Jerman US$ 533,5 juta, Swiss US$ 518,3 juta, dan China US$ 402 juta.
(hen/dnl)
"Kalau Eropa sedikit, tapi konsisten ada, cukup mempengaruhi (karena krisis)," kata Gita saat ditemui di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2010).
Namun kata Gita, meski krisis Eropa mempengaruhi investasi Indonesia namun ia harus optimis bisa terus menggaet investasi dari Eropa termasuk negara-negara lainnya seperti dari Asia, Australia, dan Amerika Serikat.
"Kita harus dapat, tapi so far so good-lah, doanya dzikir-nya begitu," katanya.
Berdasarkan data BKPM pada tahun periode 2003-2009 negara yang berinvestasi ke Indonesia posisi teratas masih diduduki oleh Singpura dengan total investasi US$ 13,39 miliar, disusul Mauritius US$ 10,46 miliar, Jepang US$ 6,4 miliar, Inggris US$ 5,5 miliar, Belanda US$ 2,87 miliar, Korea Selatan US$ 2,6 miliar, Malaysia US$ 1,41 miliar, Hongkong US$ 1,1 miliar, Seychel US$ 974 juta, Amerika Serikat US$ 848,2 juta, Taiwan US$ 772,6 juta, Perancis US$ 636,7 juta, Australia US$ 574 juta, Jerman US$ 533,5 juta, Swiss US$ 518,3 juta, dan China US$ 402 juta.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
