Hatta: Moratorium Konversi Hutan Tak Ganggu Investasi
Selasa, 01/06/2010 10:31 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan moratorium (penghentian) konversi kawasan lahan gambut dan hutan alam yang merupakan bagian dari rencana aksi nasional, tak akan mengganggu investasi. Sektor-sektor publik dan infrastruktur yang membutuhkan lahan dalam skala kecil masih diperbolehkan seperti infrastruktur dan bidang minyak dan gas.
Dikatakan Hatta, moratorium yang dikecualikan itu misalnya untuk bidang geothermal, minyak, dan gas. Lalu kepentingan publik yang tidak membutuhkan lahan yang besar seperti power plant, waduk, dan lain-lain.
"Jadi nggak perlu ada kekhawatiran," kata Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (1/6/2010)
Dikatakannya, kerjasama Indonesia dengan Norwegia merupakan bagian dari rencana aksi nasional. Kerjasama itu merupakan bentuk kerjasama antara negara maju dengan negara berkembang dalam pelestarian hutan.
Menurut Hatta, Norwegia melihat konsistensi Indonesia menurunkan emisi sehingga munculah kerjasama tersebut. Ia juga menegaskan moratorium itu bagian dari rencana aksi Indonesia, tidak ada kaitannya dengan kerjasama Norwegia.
"Tanpa bantuan internasional pun Indonesia berkomitmen menurunkan karbon 26% sampai tahun 2020," katanya.
Moratorium diberlakukan selama 2 tahun ke depan untuk tidak menggunakan lahan gambut dan hutan primer Indonesia. Meski sektor pertanian dan perkebunan dipastikan tidak akan terganggu dengan adanya moratorium
"Artinya tidak mengancam ketahanan pangan kita," jelasnya.
Seperti diketahui melalui kunjungan SBY ke Norwegia pada 26 Mei 2010 lalu, Indonesia mendapatkan komitmen bantuan internasional dari Norwegia sebesar US$ 1 miliar. Dana itu digunakan untuk program pelestarian hutan di Indonesia termasuk lahan gambut.
(hen/dnl)
Dikatakan Hatta, moratorium yang dikecualikan itu misalnya untuk bidang geothermal, minyak, dan gas. Lalu kepentingan publik yang tidak membutuhkan lahan yang besar seperti power plant, waduk, dan lain-lain.
"Jadi nggak perlu ada kekhawatiran," kata Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (1/6/2010)
Dikatakannya, kerjasama Indonesia dengan Norwegia merupakan bagian dari rencana aksi nasional. Kerjasama itu merupakan bentuk kerjasama antara negara maju dengan negara berkembang dalam pelestarian hutan.
Menurut Hatta, Norwegia melihat konsistensi Indonesia menurunkan emisi sehingga munculah kerjasama tersebut. Ia juga menegaskan moratorium itu bagian dari rencana aksi Indonesia, tidak ada kaitannya dengan kerjasama Norwegia.
"Tanpa bantuan internasional pun Indonesia berkomitmen menurunkan karbon 26% sampai tahun 2020," katanya.
Moratorium diberlakukan selama 2 tahun ke depan untuk tidak menggunakan lahan gambut dan hutan primer Indonesia. Meski sektor pertanian dan perkebunan dipastikan tidak akan terganggu dengan adanya moratorium
"Artinya tidak mengancam ketahanan pangan kita," jelasnya.
Seperti diketahui melalui kunjungan SBY ke Norwegia pada 26 Mei 2010 lalu, Indonesia mendapatkan komitmen bantuan internasional dari Norwegia sebesar US$ 1 miliar. Dana itu digunakan untuk program pelestarian hutan di Indonesia termasuk lahan gambut.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
