Menperin Tolak Ekspor Kayu Gelondongan
Rabu, 02/06/2010 18:19 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat merasa keberatan adanya wacana kebijakan ekspor kayu gelondongan. Kebijakan pemerintah saat ini sudah sangat mengedepankan proses nilai tambah di dalam negeri, tidak lagi mengekspor mentah-mentah layaknya VOC.
"Secara prinsip bahan baku jangan semua diekspor, di Tampak Siring Bali, sudah dihasilkan kesepakatan untuk industri hilir industri pertanian," kata Hidayat di sela-sela di acara Pertemuan Kelembagaan Perkaretan Nasional di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (2/6/2010)
Menurutnya, penataan kebijakan antar kementerian di pemerintahan sangat penting agar bisa bersinergi. Selama ini usulan dari berbagai kementerian bidang ekonomi disinergikan melalui menko perekonomian.
"Jangan ada kebijakan kementerian satu bertentangan dengan keinginan yang lain," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin Aryan Wargadalam mengatakan, pihaknya sudah lama sudah menyatakan keberatan jika kayu gelondongan diekspor alias secara mentah-mentah.
"Kementerian perindustrian sudah menyampaikannya ke Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perdagangan soal masalah ini," jelas Aryan.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberi pandangan soal wacana ekspor kayu gelondongan. Usulan ini agar kayu yang diekspor hanya boleh diambil dari hutan rakyat dengan tujuan untuk membantu rakyat.
(hen/ang)
"Secara prinsip bahan baku jangan semua diekspor, di Tampak Siring Bali, sudah dihasilkan kesepakatan untuk industri hilir industri pertanian," kata Hidayat di sela-sela di acara Pertemuan Kelembagaan Perkaretan Nasional di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (2/6/2010)
Menurutnya, penataan kebijakan antar kementerian di pemerintahan sangat penting agar bisa bersinergi. Selama ini usulan dari berbagai kementerian bidang ekonomi disinergikan melalui menko perekonomian.
"Jangan ada kebijakan kementerian satu bertentangan dengan keinginan yang lain," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin Aryan Wargadalam mengatakan, pihaknya sudah lama sudah menyatakan keberatan jika kayu gelondongan diekspor alias secara mentah-mentah.
"Kementerian perindustrian sudah menyampaikannya ke Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perdagangan soal masalah ini," jelas Aryan.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberi pandangan soal wacana ekspor kayu gelondongan. Usulan ini agar kayu yang diekspor hanya boleh diambil dari hutan rakyat dengan tujuan untuk membantu rakyat.
(hen/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
