Dicari! 20 Waralaba Lokal untuk Go International
Jumat, 04/06/2010 18:26 WIB
Jakarta - Pada tahun ini sebanyak 20 waralaba baru disiapkan untuk go international (diekspor). Kadin dan Bank Ekspor Indonesia (LPEI), bekerjasama dengan Pehimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) sedang membuka pendaftaran bagi pengusaha waralaba yang ingin go international.
"Kadin bekerjasama dengan Bank Eksim, akan dipilih sedikitnya 20 waralaba Indonesia akan dibantu melakukan kegiatannya di pasar internasional," kata Ketua Dewan Pengarah Wali Amir Karamoy di acara Wali Gathering, Jakarta, Jumat (4/6/2010)
Mulai saat ini pihak Wali membuka pendaftaran bagi pengusaha waralaba yang tertarik mengikuti program tersebut. Beberapa syarat yang harus dipenuhi calon peserta program antara lain:
Menurut Amir, ini merupakan peluang bagi pengusaha waralaba yang berminat mengekspor atau membuka cabangnya di luar negeri. Peserta yang terpilih juga akan dibantu hingga pembiayaan kredit ekspor. Rencananya upaya go international ini akan didifokuskan untuk wilayah ASEAN, Timur Tengah, dan Australia.
"Jadi bukan hanya kita yang mengambil (waralaba) dari luar ke dalam, tapi justru sebaliknya dari dalam ke luar," tambah Ketua Umum Wali Levita Supit.
Bagi yang berminat, email: evidiah@yahoo.com
(hen/dnl)
"Kadin bekerjasama dengan Bank Eksim, akan dipilih sedikitnya 20 waralaba Indonesia akan dibantu melakukan kegiatannya di pasar internasional," kata Ketua Dewan Pengarah Wali Amir Karamoy di acara Wali Gathering, Jakarta, Jumat (4/6/2010)
Mulai saat ini pihak Wali membuka pendaftaran bagi pengusaha waralaba yang tertarik mengikuti program tersebut. Beberapa syarat yang harus dipenuhi calon peserta program antara lain:
- Perusahaan milik WNI (warga negara Indonesia)
- Memiliki izin usaha
- Produknya memiliki minimal 60% buatan lokal
- Bersedia ikut program konsultasi
- Bersedia akan mengikuti pelatihan ekspor.
- Bersedia mengkuti pameran
- Memenuhi kreteria kredit ekspor.
Menurut Amir, ini merupakan peluang bagi pengusaha waralaba yang berminat mengekspor atau membuka cabangnya di luar negeri. Peserta yang terpilih juga akan dibantu hingga pembiayaan kredit ekspor. Rencananya upaya go international ini akan didifokuskan untuk wilayah ASEAN, Timur Tengah, dan Australia.
"Jadi bukan hanya kita yang mengambil (waralaba) dari luar ke dalam, tapi justru sebaliknya dari dalam ke luar," tambah Ketua Umum Wali Levita Supit.
Bagi yang berminat, email: evidiah@yahoo.com
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
