Pupuk Kaltim Butuh US$ 1 Miliar Untuk Danai Sejumlah Proyek
Sabtu, 05/06/2010 16:55 WIB
Jakarta - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) membutuhkan dana hingga US$ 1 miliar untuk membiayai sejumlah proyek yang sedang dikerjakan perseroan hingga tiga sampai empat tahun ke depan.
"Kami memang sedang memiliki proyek-proyek lumayan besar sehingga dalam 3-4 tahun ke depan total dana yang kami butuhkan bisa mencapai US$ 1 miliar," ujar Direktur Utama PKT, Hidayat Nyakman saat dihubungi detikFinance, Sabtu (5/6/2010).
Hidayat menyatakan saat ini perseroan memang tengah mengerjakan beberapa proyek dalam rangka diversifikasi usaha, peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi konsumsi bahan baku.
Salah proyek yang sedang digarap yaitu proyek pembangunan boiler penghasil steam dengan menggunakan energi batu bara dengan nilai investasi sekitar US$ 110 juta. Pembangunan fasilitas ini dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan gas di masa mendatang.
Boiler merupakan satu unit pendukung yang berfungsi menghasilkan uap air bertekanan tinggi (steam) yang dibutuhkan sebagai penggerak turbin untuk kebutuhan operasional pabrik.
Nantinya, boiler ini juga dimanfaatkan untuk mendukung pengoperasian pabrik Kaltim V yang akan dibangun perseroan.
"Jadi jika dulu kita pakai gas untuk menghasilkan steam, sekarang karena gas susah didapat maka kami mengakalinya bagaimana agar steam itu dihasilkan dengan menggunakan batubara," ungkapnya.
Proyek lainnya yaitu pembangunan pabrik Kaltim 5 dengan kapasitas 3.500 ton urea per hari dan 2.500 ton amoniak per hari. Pabrik ini akan meningkatkan kapasitas produksi PKT menjadi sekitar 3,4 juta ton urea per tahun dan 2,1 juta ton amoniak per tahun. Adapun investasi untuk proyek ini sekitar US$ 350-800 juta.
Selain itu, BUMN pupuk tersebut juga tengah membangun pabrik pupuk NPK (nitrogen-phosphate-kalium) yang berkapasitas hingga satu juta ton per tahun. Untuk tahap awal, pembangunan pabrik pupuk dengan kapasitas 200 ribu ton akan selesai pada bulan depan. Sementara untuk mencapai kapasitas 1 juta ton baru akan tercapai pada 2014-2015.
"Proyek lainnya itu pengembangan kelapa sawit. Untuk proyek ini kami melalui anak usaha kami PT Kalianusa bekerja sama dengan PTPN XIII," jelasnya.
(epi/dru)
"Kami memang sedang memiliki proyek-proyek lumayan besar sehingga dalam 3-4 tahun ke depan total dana yang kami butuhkan bisa mencapai US$ 1 miliar," ujar Direktur Utama PKT, Hidayat Nyakman saat dihubungi detikFinance, Sabtu (5/6/2010).
Hidayat menyatakan saat ini perseroan memang tengah mengerjakan beberapa proyek dalam rangka diversifikasi usaha, peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi konsumsi bahan baku.
Salah proyek yang sedang digarap yaitu proyek pembangunan boiler penghasil steam dengan menggunakan energi batu bara dengan nilai investasi sekitar US$ 110 juta. Pembangunan fasilitas ini dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan gas di masa mendatang.
Boiler merupakan satu unit pendukung yang berfungsi menghasilkan uap air bertekanan tinggi (steam) yang dibutuhkan sebagai penggerak turbin untuk kebutuhan operasional pabrik.
Nantinya, boiler ini juga dimanfaatkan untuk mendukung pengoperasian pabrik Kaltim V yang akan dibangun perseroan.
"Jadi jika dulu kita pakai gas untuk menghasilkan steam, sekarang karena gas susah didapat maka kami mengakalinya bagaimana agar steam itu dihasilkan dengan menggunakan batubara," ungkapnya.
Proyek lainnya yaitu pembangunan pabrik Kaltim 5 dengan kapasitas 3.500 ton urea per hari dan 2.500 ton amoniak per hari. Pabrik ini akan meningkatkan kapasitas produksi PKT menjadi sekitar 3,4 juta ton urea per tahun dan 2,1 juta ton amoniak per tahun. Adapun investasi untuk proyek ini sekitar US$ 350-800 juta.
Selain itu, BUMN pupuk tersebut juga tengah membangun pabrik pupuk NPK (nitrogen-phosphate-kalium) yang berkapasitas hingga satu juta ton per tahun. Untuk tahap awal, pembangunan pabrik pupuk dengan kapasitas 200 ribu ton akan selesai pada bulan depan. Sementara untuk mencapai kapasitas 1 juta ton baru akan tercapai pada 2014-2015.
"Proyek lainnya itu pengembangan kelapa sawit. Untuk proyek ini kami melalui anak usaha kami PT Kalianusa bekerja sama dengan PTPN XIII," jelasnya.
(epi/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
