PLN Butuh Rp 570 Triliun untuk Investasi Listrik
Selasa, 08/06/2010 07:54 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) membutuhkan dana sebesar US$ 61,3 miliar atau sekitar Rp 570 triliun untuk membangun pembangkit, transmisi dan distribusi tenaga listrik hingga tahun 2019.
Berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2010-2019 yang diperoleh detikFinance, Selasa (8/6/2010), dana sebesar tersebut hanya mencakup proyek-proyek PLN dan belum termasuk dana untuk proyek listrik swasta (independent power producer/IPP).
Dari seluruh total investasi tersebut, rencananya sebagian akan dialokasikan untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik di tanah air senilai US$ 34,954 miliar. Sisanya sebesar 15,023 miliar akan dialokasikan untuk membangun transmisi serta distribusi senilai US$ 11,274 miliar.
Dari total kebutuhan investasi tersebut, sebesar US$ 40,436 miliar untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bali. Sisanya untuk wilayah Indonesia Timur dan Barat.
Besarnya investasi untuk memperkuat sistem kelistrikan di tanah air memang tidak dapat dihindari, seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan listrik di tanah air.
Perusahaan listrik pelat merah itu juga memperkirakan kebutuhan energi listrik pada tahun 2019 menjadi 327,3 Terrawatt Hour (TWh) atau tumbuh rata-rata 9,17 per tahun.
Sementara beban puncaknya mencapai 59.302 Megawatt (MW) atau tumbuh rata-rata sebesar 9,55% per tahun.
Proyeksi ini ditetapkan dengan catatan pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut mencapai 6,1%.
Pada tahun ini, BUMN listrik itu memprediksikan konsumsi listrik di tanah air mencapai 147,1 Twh dengan beban puncak sebesar 26.371 MW.
Kebutuhan listrik Jawa Bali diperkirakan akan meningkat dari 115,1 Twh pada tahun 2010 menjadi 252,5 TWh pada tahun 2019, atau tumbuh rata-rata 8,97% per tahun.
Untuk Indonesia Timur pada periode yang sama kebutuhan listrik akan meningkat dari 11,3 TWh menjadi 20,1 Twh atau tumbuh rata-rata 10,6% per tahun. Wilayah Indonesia Barat tumbuh dari 21,4 TWh pada tahun 2010 menjadi 54,8 TWh pada tahun 2019 atau tumbuh rata-rata 10,2% per tahun.
BUMN listrik itu juga memproyeksikan jumlah pelanggan PLN akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 menargetkan akan menambah jumlah pelanggan baru sebesar 1,06 juta pelanggan sehingga jumlah pelanggan listrik PLN pada tahun ini mencapai 42,1 juta.
Jumlah pelanggan PLN akan terus meningkat menjadi 66 juta pelanggan pada tahun 2019. Penambahan pelanggan tersebut akan meningkatkan rasio elektrifikasi sebesar 66,1% di tahun ini menjadi 90,9% pada tahun 2019.
(epi/qom)
Berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2010-2019 yang diperoleh detikFinance, Selasa (8/6/2010), dana sebesar tersebut hanya mencakup proyek-proyek PLN dan belum termasuk dana untuk proyek listrik swasta (independent power producer/IPP).
Dari seluruh total investasi tersebut, rencananya sebagian akan dialokasikan untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik di tanah air senilai US$ 34,954 miliar. Sisanya sebesar 15,023 miliar akan dialokasikan untuk membangun transmisi serta distribusi senilai US$ 11,274 miliar.
Dari total kebutuhan investasi tersebut, sebesar US$ 40,436 miliar untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bali. Sisanya untuk wilayah Indonesia Timur dan Barat.
Besarnya investasi untuk memperkuat sistem kelistrikan di tanah air memang tidak dapat dihindari, seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan listrik di tanah air.
Perusahaan listrik pelat merah itu juga memperkirakan kebutuhan energi listrik pada tahun 2019 menjadi 327,3 Terrawatt Hour (TWh) atau tumbuh rata-rata 9,17 per tahun.
Sementara beban puncaknya mencapai 59.302 Megawatt (MW) atau tumbuh rata-rata sebesar 9,55% per tahun.
Proyeksi ini ditetapkan dengan catatan pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut mencapai 6,1%.
Pada tahun ini, BUMN listrik itu memprediksikan konsumsi listrik di tanah air mencapai 147,1 Twh dengan beban puncak sebesar 26.371 MW.
Kebutuhan listrik Jawa Bali diperkirakan akan meningkat dari 115,1 Twh pada tahun 2010 menjadi 252,5 TWh pada tahun 2019, atau tumbuh rata-rata 8,97% per tahun.
Untuk Indonesia Timur pada periode yang sama kebutuhan listrik akan meningkat dari 11,3 TWh menjadi 20,1 Twh atau tumbuh rata-rata 10,6% per tahun. Wilayah Indonesia Barat tumbuh dari 21,4 TWh pada tahun 2010 menjadi 54,8 TWh pada tahun 2019 atau tumbuh rata-rata 10,2% per tahun.
BUMN listrik itu juga memproyeksikan jumlah pelanggan PLN akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 menargetkan akan menambah jumlah pelanggan baru sebesar 1,06 juta pelanggan sehingga jumlah pelanggan listrik PLN pada tahun ini mencapai 42,1 juta.
Jumlah pelanggan PLN akan terus meningkat menjadi 66 juta pelanggan pada tahun 2019. Penambahan pelanggan tersebut akan meningkatkan rasio elektrifikasi sebesar 66,1% di tahun ini menjadi 90,9% pada tahun 2019.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
