detikfinance

Hermawan Kartajaya Luncurkan 'Marketing 3.0' di Dubai

Eddi Santosa - detikfinance
Rabu, 09/06/2010 11:40 WIB
Foto: KJRI Dubai
Dubai - Hermawan Kartajaya menyedot perhatian kalangan bisnis dan profesional asing dalam peluncuran buku 'Marketing 3.0' di salah satu pusat keuangan dunia, Dubai.

Buku terbaru yang digarap bersama Phillip Kotler, profesor marketing internasional dari Kellogg School of Management, itu diluncurkan Hermawan selaku co-author di ruang pertemuan KJRI Dubai dengan sambutan pembuka dari host Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran, Minggu (6/6/2010).

Hermawan mengemukakan, dunia saat ini sedang berubah secara mendasar khususnya dengan meluasnya penggunaan komputer, internet dan telepon genggam. "Sehingga pola interaksi antar manusia tidak lagi vertikal, namun horisontal," papar pakar jebolan Glasgow University, Skotlandia itu.

Perubahan itu berpengaruh pula terhadap perkembangan konsep marketing, dari marketing 1.0 (product-centric), marketing 2.0 (consumer-centric), menjadi marketing 3.0 (human-centricity).

Menurut Hermawan, perubahan tersebut juga terjadi di Indonesia, yang menyebabkan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir menjadi jauh lebih demokratis, transparan dan terbuka.

"Perekonomian Indonesia juga membaik, antara lain dengan diakuinya Indonesia sebagai anggota G-20 dan BRICI, yaitu Brazil, Rusia, India, China, dan Indonesia," demikian Hermawan, Rabu (9/6/2010).  

Sekretaris I Pensosbud Yana Rudiyana kepada detikFinance mengatakan, Presiden dan pendiri Markplus Inc. itu telah menunjukkan kepada kalangan bisnis dan profesional asing yang beroperasi di Dubai bahwa Indonesia memiliki pakar marketing kelas dunia.

Lanjut Yana, peluncuran buku terbaru Hermawan tersebut berlangsung sukses. "Walaupun diselenggarakan pada hari libur, kalangan bisnis dan profesional di Dubai bersedia meluangkan karena pendekatan dan hubungan baik KJRI Dubai dengan mereka," ujar Yana.

Tercatat pengunjung peluncuran 'Marketing 3.0' antara lain para profesional dan bisnis dari Indonesian Business Council, CEO beberapa perusahaan dari Inggris, Austria, Jepang, India, Pakistan, Sri Lanka, Palestina, staf KJRI, dan pengusaha setempat Uni Emirat Arab.


(es/es)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?