detikfinance

Piala Dunia 2010 Dongkrak Penjualan Rokok dan Snack

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 10/06/2010 11:37 WIB
Jakarta - Piala Dunia 2010 yang diselenggarakan di Afrika Selatan mulai 11 Juni 2010, akan mendongkrak berbagai sektor bisnis. Penjualan makanan ringan (snack) serta rokok akan melonjak sepanjang Piala Dunia berlangsung.

Demikian hasil survei The Nielsen Company (Nielsen) yang dilakukan menjelang dimulainya Piala Dunia.

"Kemarin saja kacang mengalami kenaikan tertinggi dengan 72%, diikuti oleh Rokok dengan 37%, Energy Drink 35%, Snack 28% dan Soft Drink 19%," tutur Managing Director Nielsen Audience Measurement Irawati Pratignyo dalam jumpa pers di Kantor Nielsen Indonesia, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Kamis (10/06/2010).

Selain itu, perhelatan empat tahunan tersebut pastinya mendongkrak penjualan produk-produk Piala Dunia.

"Jika kita lihat pada Piala Dunia 2006, penjualan produk Piala Dunia naik hingga 31% atau mencapai Rp 67 miliar di minggu berlangsungnya Piala Dunia di tahun 2006," ujarnya.

Ia mengungkapkan, even Piala Dunia tidak hanya berarti sepak bola dan pertandingan saja namun juga uang. "Manufaktur melihat ini merupakan kesempatan untuk mendongkrak penjualan mereka," katanya.

Di tempat yang sama, Managing Director Nielsen Consumer Steve Mitchell mengungkapkan mengenai peningkatan belanja iklan di tengah Piala Dunia.

"Belanja iklan juga akan melihat pertumbuhan pada bulan Juni dengan bersiap-siapnya sponsor untuk menayangkan iklan mereka. Melihat Piala Dunia 2002 dan 2006 belanja iklan di bulan Juni meningkat 12% dibandingkan hanya 5% di tahun-tahun biasa," ungkapnya.

Lebih lanjut Steve memaparkan, hasil dari Nielsen Survei Global tersebut yakni 50% konsumen di Indonesia akan mengikuti Piala Dunia 2010.

Kemudian 24% konsumen Indonesia menjagokan Brazil untuk memenangkan Piala Dunia.

"Bagaimana konsumen Indonesia akan mengikuti Piala Dunia? Televisi masih menjadi media utama dengan 77% menjawab bahwa mereka akan menonton liputan langsung dari pertandingan," papar Steve.

Namun, Steve menambahkan, TV bukan satu-satunya media, 62% akan mengikuti Piala Dunia melalui koran. Bahkan, lanjut Steve, media-media baru seperti online dan telepon genggam menjadi alternatif bagi konsumen Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia dengan 31% berencana untuk menonton live streaming. "Sebanyak 45% akan membaca artikel online dan 32% akan membaca melalui blog dan forum online," tuturnya.

Lebih lanjut Steve menambahkan dengan penetrasi telepon genggam yang naik, 34% akan mengikuti pertandingan akbar ini melalui internet di telepon genggam. "13% akan mengunduh aplikasi yang berhubungan dengan piala dunia di telepon genggam mereka," tukasnya.



(dru/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?