Pengusaha Terima TDL Naik Asal 'Tarif Plus-Plus' Dihapus
Jumat, 11/06/2010 16:38 WIB
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan akan menerima kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Juli 2010 dengan rentang kenaikan 10-12 %.
Kenaikan ini bisa diterima asalkan tarif-tarif khusus seperti tarif multiguna, tarif dayamax plus dan lain-lain harus dihapus bersamaan dengan kenaikan TDL.
"TDL boleh naik asal tarif seperti multiguna dihapus," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi usai bertemu Menteri ESDM Darwin Saleh di kantor Apindo, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/6/2010).
Sofjan menegaskan, jika kenaikan TDL tak dibarengi oleh penghapusan tarif-tarif listrik tambahan tersebut, maka para pengusaha tak bisa menjamin tak adanya PHK pada tahun ini.
"Beri kita nafas dalam menghadapi AC-FTA, terutama tahun ini kita sedang konsolidasi," katanya.
Ia juga mengatakan surat keputusan bersama (SKB) 5 menteri harus dicabut jika ada kenaikan TDL. Hasil pertemuan hari ini dengan Menteri ESDM disepakati SKB itu akan dicabut oleh pemerintah.
Berdasarkan bahan kementerian ESDM disebutkan bahwa rencana kenaikan TDL 10 persen mencakup yaitu:
(hen/dnl)
Kenaikan ini bisa diterima asalkan tarif-tarif khusus seperti tarif multiguna, tarif dayamax plus dan lain-lain harus dihapus bersamaan dengan kenaikan TDL.
"TDL boleh naik asal tarif seperti multiguna dihapus," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi usai bertemu Menteri ESDM Darwin Saleh di kantor Apindo, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/6/2010).
Sofjan menegaskan, jika kenaikan TDL tak dibarengi oleh penghapusan tarif-tarif listrik tambahan tersebut, maka para pengusaha tak bisa menjamin tak adanya PHK pada tahun ini.
"Beri kita nafas dalam menghadapi AC-FTA, terutama tahun ini kita sedang konsolidasi," katanya.
Ia juga mengatakan surat keputusan bersama (SKB) 5 menteri harus dicabut jika ada kenaikan TDL. Hasil pertemuan hari ini dengan Menteri ESDM disepakati SKB itu akan dicabut oleh pemerintah.
Berdasarkan bahan kementerian ESDM disebutkan bahwa rencana kenaikan TDL 10 persen mencakup yaitu:
- Pelanggan 450 VA sampai 900 VA opsi pertama tak naik, sedangkan opsi kedua naik 5 persen.
- Pelanggan 6600 VA ke atas (R,B,P). dengan batas hemat 30 persen opsi pertama tak naik, opsi kedua tak naik.
- Pelanggan rumah tangga (R) opsi pertama naik 18 persen, opsi kedua naik 15 persen.
- Pelanggan bisnis (B) opsi pertama naik 12-16 persen, opsi kedua naik 12-15 persen.
- Pelanggan industri (I) opsi pertama naik 6-15 persen dan opsi kedua naik 6-13 persen.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
