Buntut Larangan Rokok Kretek
DPR: RI Bisa Saja Boikot Produk AS
Selasa, 15/06/2010 16:30 WIB
Buruh rokok di Indonesia (dok detikcom)
Jakarta - Kebijakan AS melarang rokok kretek sehingga berujung pada aduan Indonesia ke WTO dinilai belum cukup. Indonesia bisa saja menambah aksi protesnya dengan melakukan boikot atas produk AS.
"Kita sangat mungkin melakukan boikot. Ini menyangkut keberpihakan kita terhadap tenaga kerja di sektor tembakau," kata Anggota DPR RI Komisi VI, Nasril Bahar saat ditemui di komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (15/6/2010).
Ia menambahkan kebijakan AS tak beralasan melakukan regulasi yang cenderung diskriminatif sehingga merugikan Indonesia. Kebijakan itu dinilai sudah sebagai barrier atau hambatan perdagangan bagi produk Indonesia ke AS.
"Politik ekonomi AS itu jahat," katanya.
Menurutnya, Indonesia memiliki produk rokok kretek yang uggul dan khas, tak bisa disejajarkan dengan negara lain. Sektor tembakau telah menyumbang penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
"Jadi kalau hanya mengandalkan WTO tidak cukup," katanya
Sebelumnya menteri perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah Indonesia tidak akan mengambil sikap boikot terkait masalah ini. Aspek prosedur ketentuan perdagangan internasional yang sudah digariskan WTO akan menjadi cara pemerintah menyelesaikan masalah ini.
Indonesia telah mengajukan gugatan ke badan penyelesaian sengketa perdagangan Dispute Settlement Body (DSB) WTO. Hal ini terkait adanya diskriminasi rokok kretek yang tertuang dalam Undang Undang Kontrol Tembakau (Tobacco Control Act) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah AS.
Pada Tobacco Control Act, terdapat aturan pelarangan penjualan rokok kretek atau aromatik di AS, karena dianggap lebih berbahaya ketimbang rokok yang tidak beraroma. Rokok-rokok aromatik seperti strawbery dan lain-lain akan membuat ketergantungan bagi anak-anak dibawah umur.
(hen/qom)
"Kita sangat mungkin melakukan boikot. Ini menyangkut keberpihakan kita terhadap tenaga kerja di sektor tembakau," kata Anggota DPR RI Komisi VI, Nasril Bahar saat ditemui di komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (15/6/2010).
Ia menambahkan kebijakan AS tak beralasan melakukan regulasi yang cenderung diskriminatif sehingga merugikan Indonesia. Kebijakan itu dinilai sudah sebagai barrier atau hambatan perdagangan bagi produk Indonesia ke AS.
"Politik ekonomi AS itu jahat," katanya.
Menurutnya, Indonesia memiliki produk rokok kretek yang uggul dan khas, tak bisa disejajarkan dengan negara lain. Sektor tembakau telah menyumbang penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
"Jadi kalau hanya mengandalkan WTO tidak cukup," katanya
Sebelumnya menteri perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah Indonesia tidak akan mengambil sikap boikot terkait masalah ini. Aspek prosedur ketentuan perdagangan internasional yang sudah digariskan WTO akan menjadi cara pemerintah menyelesaikan masalah ini.
Indonesia telah mengajukan gugatan ke badan penyelesaian sengketa perdagangan Dispute Settlement Body (DSB) WTO. Hal ini terkait adanya diskriminasi rokok kretek yang tertuang dalam Undang Undang Kontrol Tembakau (Tobacco Control Act) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah AS.
Pada Tobacco Control Act, terdapat aturan pelarangan penjualan rokok kretek atau aromatik di AS, karena dianggap lebih berbahaya ketimbang rokok yang tidak beraroma. Rokok-rokok aromatik seperti strawbery dan lain-lain akan membuat ketergantungan bagi anak-anak dibawah umur.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
