Pertamina dan Total Indonesie Kaji Tukar Guling Blok Mahakam
Rabu, 16/06/2010 11:05 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjajaki pola pertukaran (swap) kepemilikan saham di Blok Mahakam yang dikelola Total Indonesie dengan blok migas yang dimiliki Pertamina.
"Dengan pola ini maka Pertamina masuk ke Blok Mahakam dan Total masuk di area kita," ujar Direktur Hulu Pertamina Bagus Setiardja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010)
Menurut Bagus, pola swapt tersebut diusulkan mengingat ditolaknya rencana pembelian kepemilikan saham (participating interest/PI) Mahakam yang akan dilakukan PT Pertamina (Persero) oleh perusahaan minyak asal Perancis tersebut.
"Lagipula dengan menggunakan pola ini, maka transaksinya tidak memerlukan uang," jelasnya.
Adapun wilayah kerja Pertamina yang akan ditawarkan kepada Total yaitu area yang berada di Kalimantan dan Sulawesi. Rencananya, lanjut Bagus, perjanjian pola swapt tersebut akan ditandatangani pada Agustus mendatang
"Setelah dapat ijin membuka data wilayah kerja dari BP Migas maka kami akan segera menegosiasi swapt dengan Total," ungkapnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) berkeinginan untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum tahun 2017. Untuk tahap awal, Pertamina mengincar 15-25 persen di blok yang dikelola oleh Total E & P Indonesie tersebut. Baru setelah 2017, Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas dan menjadi operator di blok tersebut.
Keinginan Pertamina tersebut didukung penuh oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Menurut dia, Pertamina memang harus didorong untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum berakhirnya Production Sharing Contract (PSC) Total EP Indonesie pada 2017.
Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.
Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.
(epi/dro)
"Dengan pola ini maka Pertamina masuk ke Blok Mahakam dan Total masuk di area kita," ujar Direktur Hulu Pertamina Bagus Setiardja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010)
Menurut Bagus, pola swapt tersebut diusulkan mengingat ditolaknya rencana pembelian kepemilikan saham (participating interest/PI) Mahakam yang akan dilakukan PT Pertamina (Persero) oleh perusahaan minyak asal Perancis tersebut.
"Lagipula dengan menggunakan pola ini, maka transaksinya tidak memerlukan uang," jelasnya.
Adapun wilayah kerja Pertamina yang akan ditawarkan kepada Total yaitu area yang berada di Kalimantan dan Sulawesi. Rencananya, lanjut Bagus, perjanjian pola swapt tersebut akan ditandatangani pada Agustus mendatang
"Setelah dapat ijin membuka data wilayah kerja dari BP Migas maka kami akan segera menegosiasi swapt dengan Total," ungkapnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) berkeinginan untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum tahun 2017. Untuk tahap awal, Pertamina mengincar 15-25 persen di blok yang dikelola oleh Total E & P Indonesie tersebut. Baru setelah 2017, Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas dan menjadi operator di blok tersebut.
Keinginan Pertamina tersebut didukung penuh oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Menurut dia, Pertamina memang harus didorong untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum berakhirnya Production Sharing Contract (PSC) Total EP Indonesie pada 2017.
Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.
Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.
(epi/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
