Kenaikan TDL Tak Dongkrak Laba PLN
Rabu, 16/06/2010 14:33 WIB
Jakarta - Naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli 2010 dinilai tidak akan mempengaruhi target pendapatan dan laba bersih PT PLN (Persero) tahun ini. PLN tetap menargetkan perolehan laba bersih sebanyak Rp 10,5 triliun dan pendapatan sebanyak Rp 160 triliun.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo usai paparan publik obligasi PLN di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
"Enggak jauh beda ama tahun lalu, laba masih di sekitar Rp 10,5 triliun. Naiknya TDL itu kan tidak berpengaruh terhadap revenue dan laba bersih kita," katanya.
Tahun ini, PLN masih menargetkan perolehan laba bersih Rp 10,5 triliun dan sebanyak Rp 160 triliun sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan. Setio menambahkan, naiknya TDL hanya mempengaruhi jumlah subsidi yang diberikan pemerintah kepada perusahaan pelat merah itu.
Menurutnya, hal yang bisa merubah target laba dan pendapatan perseroan saat ini hanyalah revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang baru saja dilakukan oleh pemerintah.
"Kalau APBN revisi maka RKAP PLN direvisi juga. Banyak sekali indikator yang mempengaruhi seperti harga minyak dunia, inflasi, dan sebagainya," ujarnya.
Seperti diketahui, hasil rapat bersama Menteri ESDM, Dirut PLN, dan DPR kemarin memutuskan kenaikan TDL rata-rata 10 persen per 1 Juli 2010. Kenaikan tersebut berlaku untuk pelanggan berdaya 900 VA ke atas.
DPR telah menyetujui usulan pemerintah untuk melaksanakan distribusi subsidi listrik dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 55,1 triliun dengan sistematika yang berkeadilan dan tidak memberatkan rakyat kecil dan tetap menjaga daya saing industri.
(ang/dnl)
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo usai paparan publik obligasi PLN di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
"Enggak jauh beda ama tahun lalu, laba masih di sekitar Rp 10,5 triliun. Naiknya TDL itu kan tidak berpengaruh terhadap revenue dan laba bersih kita," katanya.
Tahun ini, PLN masih menargetkan perolehan laba bersih Rp 10,5 triliun dan sebanyak Rp 160 triliun sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan. Setio menambahkan, naiknya TDL hanya mempengaruhi jumlah subsidi yang diberikan pemerintah kepada perusahaan pelat merah itu.
Menurutnya, hal yang bisa merubah target laba dan pendapatan perseroan saat ini hanyalah revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang baru saja dilakukan oleh pemerintah.
"Kalau APBN revisi maka RKAP PLN direvisi juga. Banyak sekali indikator yang mempengaruhi seperti harga minyak dunia, inflasi, dan sebagainya," ujarnya.
Seperti diketahui, hasil rapat bersama Menteri ESDM, Dirut PLN, dan DPR kemarin memutuskan kenaikan TDL rata-rata 10 persen per 1 Juli 2010. Kenaikan tersebut berlaku untuk pelanggan berdaya 900 VA ke atas.
DPR telah menyetujui usulan pemerintah untuk melaksanakan distribusi subsidi listrik dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 55,1 triliun dengan sistematika yang berkeadilan dan tidak memberatkan rakyat kecil dan tetap menjaga daya saing industri.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
