Protes Larangan Ekspor Kretek AS Bakal Diselesaikan B to B
Rabu, 16/06/2010 14:38 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat berharap kasus pelarangan ekspor rokok kretek oleh AS bisa diselesaikan secara business to business. Pemerintah sejauh ini belum menerima laporan soal gugatan pengusaha Indonesia ke WTO dalam kasus tersebut.
"Mereka belum secara resmi melapor ke pemerintah. Jadi itu masih sengketa di korporasi, saya belum dapat laporannya dan mereka sepertinya akan menyelesaikannya secara b to b. Saya kira Sampoerna telah mengetua tim lawyer untuk menggugat," ujarnya saat ditemui di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Hidayat meyakini pelarangan tersebut merupakan strategi Amerika untuk menghentikan ekspor kretek Indonesia.
"Itu strategi merek untuk menghentikan ekspor kretek kita," tegasnya.
Namun, Hidayat yakin pengaruh larangan tersebut tidak begitu besar mengingat persentasenya yang tidak begitu besar.
"Pangsa pasar rokok kretek kita di Amerika memang ada tapi tidak besar persentasenya, yang banyak di Malaysia," imbuhnya.
Larangan AS tersebut tertuang dalam Undang Undang Kontrol Tembakau (Tobacco Control Act) yang telah disahkan oleh pemerintah AS. Dalam aturan Tobacco Control Act menyatakan bahwa rokok kretek atau aromatik dianggap lebih berbahaya ketimbang rokok yang tidak beraroma. Pemerintah As mengkhawatirkan rokok-rokok kretek atau aromatik akan membuat ketagihan bagi anak-anak di bawah umur.
Indonesia telah mengajukan gugatan ke badan penyelesaian sengketa perdagangan Dispute Settlement Body (DSB) WTO, terkait adanya larangan penjualan rokok kretek (atau rokok aromatik) dari pemerintah AS.
(nia/qom)
"Mereka belum secara resmi melapor ke pemerintah. Jadi itu masih sengketa di korporasi, saya belum dapat laporannya dan mereka sepertinya akan menyelesaikannya secara b to b. Saya kira Sampoerna telah mengetua tim lawyer untuk menggugat," ujarnya saat ditemui di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Hidayat meyakini pelarangan tersebut merupakan strategi Amerika untuk menghentikan ekspor kretek Indonesia.
"Itu strategi merek untuk menghentikan ekspor kretek kita," tegasnya.
Namun, Hidayat yakin pengaruh larangan tersebut tidak begitu besar mengingat persentasenya yang tidak begitu besar.
"Pangsa pasar rokok kretek kita di Amerika memang ada tapi tidak besar persentasenya, yang banyak di Malaysia," imbuhnya.
Larangan AS tersebut tertuang dalam Undang Undang Kontrol Tembakau (Tobacco Control Act) yang telah disahkan oleh pemerintah AS. Dalam aturan Tobacco Control Act menyatakan bahwa rokok kretek atau aromatik dianggap lebih berbahaya ketimbang rokok yang tidak beraroma. Pemerintah As mengkhawatirkan rokok-rokok kretek atau aromatik akan membuat ketagihan bagi anak-anak di bawah umur.
Indonesia telah mengajukan gugatan ke badan penyelesaian sengketa perdagangan Dispute Settlement Body (DSB) WTO, terkait adanya larangan penjualan rokok kretek (atau rokok aromatik) dari pemerintah AS.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
