detikfinance

Wall Street Terangkat Tipis

Nurul Qomariyah - detikfinance
Jumat, 18/06/2010 07:30 WIB
Foto: Reuters
New York - Angka pengangguran dan data manufaktur yang mengecewakan membuat saham-saham di bursa Wall Street terus tertekan. Indeks saham masih positif berkat saham-saham sektor utilitas dan konsumer.

Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 24,71 poin (0,24%) ke level 10.434,17. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 1,43 poin (0,13%) ke level 1.116,04 dan Nasdaq menguat tipis 1,23 poin (0,05%) ke level 2.307,16.

Sepanjang perdagangan, saham-saham bergerak melemah setelah laporan dari sektor manufaktur dan pengangguran yang cukup mengecewakan. Investor kembali mengkhawatirkan tingkat pemulihan ekonomi.

Saham-saham yang defensif berhasil menahan laju penurunan, seperti Procter & Gamble dan FirstEnergy Corp yang membantu penguatan indeks saham menjelang penutupan perdagangan.

"Saya tidak berpikir para pembeli akan menyerah pada pasar. Kami masih memiliki sedikit momentum. Meski terjadi aksi sell-off pada intraday, namun mereka menemukan penawaran yang cukup baik di pasar," ujar Peter Kenny, managing director dari Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/6/2010).

Nasdaq sangat terbantu dengan kenaikan saham Apple Inc yang menembus titik tertingginya sepanjang masa di US$ 272,90, setelah perseroan mengumumkan telah berhasil menjual 600.000 unit iPhone baru. Saham Apple akhirnya ditutup naik 1,7% ke level US$ 271,87.

Namun perdagangan berjalan sangat sepi dengna transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,94 miliar, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9,65 miliar.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?