detikfinance

Rekomendasi Saham

IHSG Siap Disapa Profit Taking

Nurul Qomariyah - detikfinance
Jumat, 18/06/2010 07:38 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil ditutup menguat dan kembali mendekati level 2.900. Investor mendapatkan dorongan sentimen positif dari penguatan bursa-bursa regional lainnya.

Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), IHSG ditutup naik 32,439 poin (1,13%) ke level 2.891,098. Indeks LQ 45 juga naik 6,662 poin (1,20%) ke level 560,458.

Namun setelah penguatan kemarin, pergerakan IHSG pada Jumat (18/6/2010) ini diprediksi akan mulai stagnan. Investor harus mewaspadai aksi profit taking di tengah bursa-bursa lain yang juga bergerak mixed.

Bursa Wall Street kemarin ditutup hanya menguat tipis setelah sepanjang perdagangan tertekan ke teritori negatif. Angka pengangguran dan data manufaktur yang mengecewakan membuat penguatan saham-saham di bursa Wall Street menjadi tertahan. Namun indeks saham masih positif berkat saham-saham sektor utilitas dan konsumer.

Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 24,71 poin (0,24%) ke level 10.434,17. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 1,43 poin (0,13%) ke level 1.116,04 dan Nasdaq menguat tipis 1,23 poin (0,05%) ke level 2.307,16.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan Jumat ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat tipis 28,58 poin (0,29%) ke level 10.027,98.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Aksi beli investor asing menjadi penggerak IHSG dalam perdagangan kemarin. Indeks bergerak menguat +1,13% ditengah melemahnya bursa regional. Pemodal asing ditenggarai mencari pasar yang masih prospektif ditengah krisis yang melanda negara Eropa. Saham consumer goods dan finance terlihat menjadi pilihan pemodal.

Untuk hari ini pemodal direkomendasikan untuk mewaspadai volatilitas pada harga komoditas. Selain itu, meski indeks berhasil ditutup diatas level resistance, pemodal perlu waspada akan kemungkinan terjadinya profit taking. Kisaran support-resistance 2.859-2.905.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 32 point (+1.13%) menembus level resistance di level 2880 didrive oleh  ITMG, GGRM, BDMN dan CPIN dan jika kita lihat IHSG pada hari ini akan mendapat sentimen dari laporan data US yang keluar semalam seperti consumer price indeks dan jobless claim.

Dari chart sendiri kita lihat IHSG menembus level resistance dengan volume yang cukup besar sehingga kita dapat perkirakan penguatan dapat berlanjut walaupun dari segi RSI dan stochastic terlihat IHSG telah berada di area overbought sehingga rentan dengan profit taking, sehingga IHSG pada hari ini akan bergerak dalam kisaran 2880 – 2916.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

Setelah pada perdagangan kemarin IHSG gagal terkoreksi dan naik sampai level 2,897.61, hari ini IHSG akan kembali diuji apakah masih mampu bertahan diatas level 2,867.26 atau tidak.

Level ini penting mengingat level ini sebagai konfirmasi akhir untuk melihat pergerakan IHSG selanjutnya. Jika gagal bertahan maka support terdekat berikutnya sekitar level 2,844.96 dan sebaliknya jika mampu bertahan maka resistance saat ini di 2,911.88.

Namun dengan kondisi indikator MFI Optimized saat ini pada skala 99.41 (skala 0 s/d 100) terlihat kemungkinan akan top reversal makin jelas disamping daily risk saat ini sekitar level 84.47%.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?