AS Ikut Bantu Pendanaan 10 Ribu MW Tahap II
Jumat, 18/06/2010 18:10 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk memberikan pembiayaan untuk proyek listrik 10 ribu MW tahap II. Proyek ini merupakan kerjasama dengan PT PLN (Persero).
"Kami mendukung prospek kerjasama dengan Indonesia untuk energi terbarukan," ujar Presiden Exim Bank Fred P. Hochberg saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (18/6/2010).
Menurut Fred, proyek kerjasamanya dalam sektor listrik dengan PLN adalah dalam pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW tahap II. Sebesar 5 ribu MW untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi dan sisanya pembangkit konvensional.
"Kami sangat tertarik. Indonesia punya potensi untuk menyuplai energi yang besar sehingga bakal menjadi leader untuk renewable energy," tandasnya.
Sebelumnya, PLN masih mencari pendanaan untuk menyukseskan pembangunan transmisi proyek percepatan 10.000 Megawatt (MW) tahap II senilai Rp 9 triliun dari total pendanaan sebesar Rp 19 triliun.
Sementara itu, untuk pendanaan pembangkitnya sudah rampung dengan total nilai US$ 5 miliar. Total kebutuhan investasi PLN pada 2010 diperkirakan mencapai Rp 21 triliun. Rencananya proyek ini akan dibiayai 50% oleh IPP (swasta) dan 50% dibiayai sendiri oleh PLN.
(nia/dnl)
"Kami mendukung prospek kerjasama dengan Indonesia untuk energi terbarukan," ujar Presiden Exim Bank Fred P. Hochberg saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (18/6/2010).
Menurut Fred, proyek kerjasamanya dalam sektor listrik dengan PLN adalah dalam pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW tahap II. Sebesar 5 ribu MW untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi dan sisanya pembangkit konvensional.
"Kami sangat tertarik. Indonesia punya potensi untuk menyuplai energi yang besar sehingga bakal menjadi leader untuk renewable energy," tandasnya.
Sebelumnya, PLN masih mencari pendanaan untuk menyukseskan pembangunan transmisi proyek percepatan 10.000 Megawatt (MW) tahap II senilai Rp 9 triliun dari total pendanaan sebesar Rp 19 triliun.
Sementara itu, untuk pendanaan pembangkitnya sudah rampung dengan total nilai US$ 5 miliar. Total kebutuhan investasi PLN pada 2010 diperkirakan mencapai Rp 21 triliun. Rencananya proyek ini akan dibiayai 50% oleh IPP (swasta) dan 50% dibiayai sendiri oleh PLN.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
