PTBA Siap Pasok Batubara ke PT KKA
Minggu, 20/06/2010 15:09 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menyanggupi keinginan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar untuk memberi pasokan batubara ke PT Kertas Kraft Aceh (KKA).
Rencananya batubara tersebut akan dipakai untuk menggantikan gas yang biasa digunakan sebagai bahan baku operasional BUMN yang sedang dalam tahap penyehatan oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tersebut.
"Prinsipnya kita sudah sanggupi," ujar Direktur Utama PTBA, Soekrisno saat diubungi detikFinance di Jakarta, Minggu (20/6/2010).
Namun, Soekrisno belum dapat memastikan berapa volume batubara yang akan diangkut ke bumi Aceh tersebut. Pasalnya, perseroan bersama PPA masih belum melakukan pertemuan lanjutan untuk membicarakan detail pasokan emas hitam ini.
"Detailnya belum. Mereka mau berapa, kita dapat berapa, harus memberi keuntungan keduanya. Belum bertemu PPA," katanya.
Sebelumnya, Mustafa mengungkapkan kebutuhan sebagian energi KKA akan dipasok oleh PTBA, sebagai rekan sesama BUMN.
"Selama ini kan operasionalnya dari gas. Tapi sampai sekarang menunggu lama tidak ada pasokannya. Jadi kita ganti pakai batubara yang diambil dari Bukit Asam," tutur Mustafa akhir pekan ini.
PPA sendiri, telah lama tidak beroperasi karena kekurangan bahan baku dan energi. Untuk itu, KKA juga sedang menunggu bahan baku lainnya yaitu pulp dan kayu dari pohon pinus.
Pemerintah juga sedang mencari lahan pohon pinus seluas 40.000-50.000 hektar untuk kelangsungan operasional. "Sekarang ini PPA sedang menyiapkan lima opsi lainnya untuk penyelamatan KKA," paparnya waktu itu.
Akuisisi Tambang, Terganjal Satu Pemegang Saham
Rencana PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk mengakusisi 100% dua tambang di wilayah Kalimantan, masih terganjal satu pemegang saham, yang belum mau melepas kepemilikannya.
Namun, manajeman PTBA tetap optimis bahwa pengambilalihan kepemilikan dua Kuasa Pertambangan (KP) ini, bisa didapat pada tahun 2010.
"Masih terus negosiasi. Kita inginkan ambil 100% tapi ada satu pemegang saham yang belum mau lepas. Kita inginnya 100%, kalau satu ga mau yang ga bisa," tegas Soekrisno.
Ia menambahkan, perseroan selalu siap untuk meningkatkan terus kapasitas produksi batubara. Bahkan perseoan telah menyiapkan Rp 4,8 triliun, sebagai dana akuisisi.
(wep/epi)
Rencananya batubara tersebut akan dipakai untuk menggantikan gas yang biasa digunakan sebagai bahan baku operasional BUMN yang sedang dalam tahap penyehatan oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tersebut.
"Prinsipnya kita sudah sanggupi," ujar Direktur Utama PTBA, Soekrisno saat diubungi detikFinance di Jakarta, Minggu (20/6/2010).
Namun, Soekrisno belum dapat memastikan berapa volume batubara yang akan diangkut ke bumi Aceh tersebut. Pasalnya, perseroan bersama PPA masih belum melakukan pertemuan lanjutan untuk membicarakan detail pasokan emas hitam ini.
"Detailnya belum. Mereka mau berapa, kita dapat berapa, harus memberi keuntungan keduanya. Belum bertemu PPA," katanya.
Sebelumnya, Mustafa mengungkapkan kebutuhan sebagian energi KKA akan dipasok oleh PTBA, sebagai rekan sesama BUMN.
"Selama ini kan operasionalnya dari gas. Tapi sampai sekarang menunggu lama tidak ada pasokannya. Jadi kita ganti pakai batubara yang diambil dari Bukit Asam," tutur Mustafa akhir pekan ini.
PPA sendiri, telah lama tidak beroperasi karena kekurangan bahan baku dan energi. Untuk itu, KKA juga sedang menunggu bahan baku lainnya yaitu pulp dan kayu dari pohon pinus.
Pemerintah juga sedang mencari lahan pohon pinus seluas 40.000-50.000 hektar untuk kelangsungan operasional. "Sekarang ini PPA sedang menyiapkan lima opsi lainnya untuk penyelamatan KKA," paparnya waktu itu.
Akuisisi Tambang, Terganjal Satu Pemegang Saham
Rencana PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk mengakusisi 100% dua tambang di wilayah Kalimantan, masih terganjal satu pemegang saham, yang belum mau melepas kepemilikannya.
Namun, manajeman PTBA tetap optimis bahwa pengambilalihan kepemilikan dua Kuasa Pertambangan (KP) ini, bisa didapat pada tahun 2010.
"Masih terus negosiasi. Kita inginkan ambil 100% tapi ada satu pemegang saham yang belum mau lepas. Kita inginnya 100%, kalau satu ga mau yang ga bisa," tegas Soekrisno.
Ia menambahkan, perseroan selalu siap untuk meningkatkan terus kapasitas produksi batubara. Bahkan perseoan telah menyiapkan Rp 4,8 triliun, sebagai dana akuisisi.
(wep/epi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
