Belum Bisa Ekspor, Pupuk Kaltim Rugi Rp 50 M per Bulan
Minggu, 20/06/2010 16:13 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) harus menelan kerugian Rp 50 miliar per bulan karena menumpuknya stok pupuk urea di gudang miliknya. Untuk itu, perseroan berharap agar pemerintah segera merestui PKT untuk mengekspor pupuk tersebut.
Direktur Utama PKT, Hidayat Nyakman, mengakui saat ini perseroan memang memiliki kelebihan stok hingga 520 ribu ton di gudang. Kondisi ini akan terus meningkat dalam satu sampai dua bulan ke depan karena perseroan masih terus melakukan kegiatan produksi.
"Kalau terus menumpuk nanti pupuknya bisa keras, belum ada yang hilang, belum biaya gudang. Sekarang ini setiap bulannya kami merugi Rp 50 miliar. Jadi, kami harap izin ekspor ini segera diberikan," kata Hidayat saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (20/6/2010).
Hidayat menyatakan, beberapa bulan lalu perseroan memang telah mengajukan permohonan ekspor pupuk urea sebanyak 400 ribu ton. Namun, hingga kini izin itu belum juga keluar.
"Itu masih diurus. Sekarang sudah di Kantor Menko Perekonomian," jelasnya.
Ditambahkannya, jika izin telah dikeluarkan maka perseroan segera menggelar tender ekspor pupuk, yang akan diikuti oleh para trader (perusahaan dagang). Nantinya pemenang tender akan menjual pupuk tersebut ke India, Pakistan dan Vietnam.
"Mudah-mudahan semester-II tahun ini, ekspor sudah bisa kami lakukan," paparnya.
(epi/wep)
Direktur Utama PKT, Hidayat Nyakman, mengakui saat ini perseroan memang memiliki kelebihan stok hingga 520 ribu ton di gudang. Kondisi ini akan terus meningkat dalam satu sampai dua bulan ke depan karena perseroan masih terus melakukan kegiatan produksi.
"Kalau terus menumpuk nanti pupuknya bisa keras, belum ada yang hilang, belum biaya gudang. Sekarang ini setiap bulannya kami merugi Rp 50 miliar. Jadi, kami harap izin ekspor ini segera diberikan," kata Hidayat saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (20/6/2010).
Hidayat menyatakan, beberapa bulan lalu perseroan memang telah mengajukan permohonan ekspor pupuk urea sebanyak 400 ribu ton. Namun, hingga kini izin itu belum juga keluar.
"Itu masih diurus. Sekarang sudah di Kantor Menko Perekonomian," jelasnya.
Ditambahkannya, jika izin telah dikeluarkan maka perseroan segera menggelar tender ekspor pupuk, yang akan diikuti oleh para trader (perusahaan dagang). Nantinya pemenang tender akan menjual pupuk tersebut ke India, Pakistan dan Vietnam.
"Mudah-mudahan semester-II tahun ini, ekspor sudah bisa kami lakukan," paparnya.
(epi/wep)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
