detikfinance

China Huadian Siap Danai Proyek PLTA Papua

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Minggu, 20/06/2010 17:21 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - China Huadian Engineering Company Ltd (CHEC) telah berkomitmen untuk mendanai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 300 Megawatt (MW) di Timika, Papua, yang akan dibangun PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

"Kami sudah mendapatkan komitmen pendanaan dari mereka. MoU-nya sudah ditandatangani Jumat (18/6/2010) lalu di Thailand," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (20/6/2010).

Dahlan memperkirakan pembangkit dengan total kapasitas sebesar 300 MW tersebut akan menelan investasi sebesar Rp 5-6 triliun.

Menurut dia, keberadaan pembangkit ini sangat penting bagi masyarakat Papua, yang hingga kini masih belum ada pembangkit listrik berskala besar yang terbangun di sana.

Satu-satunya pembangkit yang dibangun yaitu PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Tenaga Mikro Hydro) dengan kapasitas 10 MW di Jayapura. Bahkan, lanjut dia, ada sebuah Kabupaten yang belum terlistriki.

Apalagi pembangunan PLTU Timika 2x7 MW yang masuk dalam proyek 10.000 MW, juga dibatalkan karena tidak ada perusahaan yang berminat meminat membangun. Dahlan menyatakan, rencana itu sudah disetujui oleh Wakil Presiden Boediono.

"Ada yang berminat tapi mahal. Masa kapasitas segitu saja investasinya US$ 64 juta. Pak Wapres setuju asal ada penggantinya," imbuhnya.

Rencananya, PLN akan membangun PLTA dengan sumber utama dari aliran sungai Urumuka yang berada 125 Km dari Timika. Pembangunan dilakukan secara bertahap karena potensi pembangkit yang bisa dibangun di bumi Timika bisa mencapai 2.000 MW.

Dahlan pun tetap berharap, PT Freeport Indonesia dapat menjadi salah satu pembeli listrik yang dihasilkan dari PLTA tersebut.

"Kami ingin Freeport menjadi offtaker (pembeli)," kata dia.

Sebelumnya, Dirut Freeport Armando Mahler telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi pembeli listrik dari PLTA tersebut asalkan PLN dapat menjamin soal stabilnya pasokan listrik yang dihasilkan pembangkit itu.

Menurut Armando, kepastian pasokan sangat penting karena jika sehari saja pasokan listrik dari PLTA tersebut berhenti maka perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu bisa mengalami kerugian.

"Karena kalau tidak ada keberlangsungan, kalau satu hari saja distop maka dampaknya besar dan kita akan dirugikan," ungkapnya beberapa waktu lalu.

 



(epi/wep)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.