7 Produsen Tembakau Keberatan Revisi Ketentuan Rokok WHO
Senin, 21/06/2010 15:30 WIB
Jakarta - Sebanyak 7 negara Asia yaitu China, India, Thailand, Korea, Malaysia, Filipina dan Indonesia yang tergabung dalam Asia Tobacco Forum di bawah naungan International Tobacco Growers Association (ITGA) menolak revisi ketentuan tembakau oleh WHO.
Masing-masing negara bersikap sama, perubahan revisi terhadap pasal 9 dan 10 dalam Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) akan merugikan masing-masing negara.
"Mereka merasa akibatnya juga akan sama. Ini pertama kali dilakukan di Indonesia melakukan penggalangan solidaritas. Secara rinci tentang pasal 9 mereka juga tidak akan setuju," kata Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Sudaryanto di acara Asia Tobacco Forum di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (21/6/2010).
Ia menjelaskan kemungkinan sebentar lagi revisi tersebut akan dilaksanakan. Jika benar-benar akan diberlakukan akan mengancam sektor tembakau termasuk petani tembakau di penjuru dunia tak kecuali Indonesia.
"Tinggal gol saja. Kira-kira akhir bulan ini," katanya
Saat ini, kata dia anggota ITGA ada 22 negara sedang berkonsolidasi dan terus memperjuangkan agar revisi itu tidak terjadi.
"Kita masih menggalang kesepakatan solidaritas bersama. Itu nanti ada konsepnya bagaimana kita bersikap," katanya.
Seperti diketahui pelarangan penggunaan bahan kandungan yang digunakan dalam pembuatan produk tembakau, masuk dalam usulan baru rancangan pedoman Pasal 9 dan 10 FCTC. Intinya dalam usulan itu akan mengarah pada pelarangan beberapa jenis produk tembakau di antaranya rokok kretek.
AMTI telah memberikan dukungan penuh kepada Asosiasi Petani Tembakau Internasional ITGA yang telah mengeluarkan pernyataan untuk menggambarkan dampak serius yang dapat terjadi terhadap penghidupan dan nafkah jutaan petani tembakau di seluruh dunia jika usulan itu dilakukan.
(hen/dnl)
Masing-masing negara bersikap sama, perubahan revisi terhadap pasal 9 dan 10 dalam Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) akan merugikan masing-masing negara.
"Mereka merasa akibatnya juga akan sama. Ini pertama kali dilakukan di Indonesia melakukan penggalangan solidaritas. Secara rinci tentang pasal 9 mereka juga tidak akan setuju," kata Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Sudaryanto di acara Asia Tobacco Forum di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (21/6/2010).
Ia menjelaskan kemungkinan sebentar lagi revisi tersebut akan dilaksanakan. Jika benar-benar akan diberlakukan akan mengancam sektor tembakau termasuk petani tembakau di penjuru dunia tak kecuali Indonesia.
"Tinggal gol saja. Kira-kira akhir bulan ini," katanya
Saat ini, kata dia anggota ITGA ada 22 negara sedang berkonsolidasi dan terus memperjuangkan agar revisi itu tidak terjadi.
"Kita masih menggalang kesepakatan solidaritas bersama. Itu nanti ada konsepnya bagaimana kita bersikap," katanya.
Seperti diketahui pelarangan penggunaan bahan kandungan yang digunakan dalam pembuatan produk tembakau, masuk dalam usulan baru rancangan pedoman Pasal 9 dan 10 FCTC. Intinya dalam usulan itu akan mengarah pada pelarangan beberapa jenis produk tembakau di antaranya rokok kretek.
AMTI telah memberikan dukungan penuh kepada Asosiasi Petani Tembakau Internasional ITGA yang telah mengeluarkan pernyataan untuk menggambarkan dampak serius yang dapat terjadi terhadap penghidupan dan nafkah jutaan petani tembakau di seluruh dunia jika usulan itu dilakukan.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
