Ekspor Rokok Kretek ke AS Stop, RI Kehilangan Devisa US$ 240 Juta
Senin, 28/06/2010 12:50 WIB
Jakarta - Ekspor rokok kretek indonesia ke Amerika Serikat anjlok sejak berlakunya larangan rokok kretek di AS pada September 2009. Sampai dengan pertengahan tahun 2010 ini tidak ada ekspor sama sekali ke AS.
"Ekspor (rokok kretek) kita anjlok banget mulai September kemarin. Pertengahan tahun ini bener-bener nggak ada (ekspor) ke Amerika," ujar Direktur Pemeriksaan dan Penegahan Dirjen Bea Cukai Frans Rupang saat ditemui di kantornya, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/6/2010).
Anjloknya ekspor rokok kretek ini menyebabkan devisa dari rokok berkurang drastis. Karena 50% lebih pasar ekspor rokok kretek Indonesia adalah ke AS.
"Arab juga ada, cukup banyak yang rokok kretek tapi yang besar ke Amerika, lebih 50%, minimal 50%. Pabrik-pabrik besar kan ekspor ke sana. Nah, itu berhenti 100% ekspor ke sana," jelasnya.
Frans menyatakan, total pemasukan devisa dari rokok kretek yang didapatkan oleh Indonesia mencapai US$ 240 juta per tahun, dan Indonesia berpotensi kehilangan penerimaan itu semua jika negara-negara lain turut menerapkan larangan ekspor kretek ini.
"Devisa dari rokok kretek itu sekitar US$ 240 juta, dengan adanya larangan itu bisa hilang. Bisa 100% hilang. Yang ditakutkan negara-negara lain ikut-ikutan Amerika. Kretek ini kan produsen Indonesia,"cemasnya.
Oleh karena itu, Frans mengharapkan pemerintah bisa menegosiasikan lagi terhadap larangan tersebut sehingga penerimaan negara tidak terganggu.
"Dengar-dengar pemerintah akan fight (berjuang) untuk itu. Jadi, mengapa ada alasan pelarangan itu. Salahnya di mana," tukasnya.
(nia/dnl)
"Ekspor (rokok kretek) kita anjlok banget mulai September kemarin. Pertengahan tahun ini bener-bener nggak ada (ekspor) ke Amerika," ujar Direktur Pemeriksaan dan Penegahan Dirjen Bea Cukai Frans Rupang saat ditemui di kantornya, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/6/2010).
Anjloknya ekspor rokok kretek ini menyebabkan devisa dari rokok berkurang drastis. Karena 50% lebih pasar ekspor rokok kretek Indonesia adalah ke AS.
"Arab juga ada, cukup banyak yang rokok kretek tapi yang besar ke Amerika, lebih 50%, minimal 50%. Pabrik-pabrik besar kan ekspor ke sana. Nah, itu berhenti 100% ekspor ke sana," jelasnya.
Frans menyatakan, total pemasukan devisa dari rokok kretek yang didapatkan oleh Indonesia mencapai US$ 240 juta per tahun, dan Indonesia berpotensi kehilangan penerimaan itu semua jika negara-negara lain turut menerapkan larangan ekspor kretek ini.
"Devisa dari rokok kretek itu sekitar US$ 240 juta, dengan adanya larangan itu bisa hilang. Bisa 100% hilang. Yang ditakutkan negara-negara lain ikut-ikutan Amerika. Kretek ini kan produsen Indonesia,"cemasnya.
Oleh karena itu, Frans mengharapkan pemerintah bisa menegosiasikan lagi terhadap larangan tersebut sehingga penerimaan negara tidak terganggu.
"Dengar-dengar pemerintah akan fight (berjuang) untuk itu. Jadi, mengapa ada alasan pelarangan itu. Salahnya di mana," tukasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
