Dana Misterius Bakrie 7 di Bank Capital Capai Rp 6,884 Triliun
Selasa, 13/07/2010 16:27 WIB
(foto: Reuters)
Jakarta - Dana misterius 7 emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 di PT Bank Capital Tbk (BACA) ternyata mencapai Rp 6,884 triliun. Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di bank tersebut mencapai Rp 9,055 triliun.
Demikian berdasarkan penelusuran detikFinance pada laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten Bakrie 7 dan BACA, Selasa (13/7/2010).
Berikut rincian deposito berjangka Bakrie 7 yang berdenominasi rupiah di BACA:
Kurs yang digunakan BUMI dan DEWA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 adalah sebesar Rp 9.090/US$, sehingga diperoleh angka deposito BUMI sebesar Rp 9,998 miliar sedangkan DEWA sebesar Rp 191,398 miliar. Keduanya masuk dalam pos deposito berjangka rupiah BACA.
Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di BACA mencapai Rp 9,055 triliun. Namun anehnya, total nilai deposito berjangka BACA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 hanya ada sebesar Rp 2,329 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dan deposito berjangka dolar AS senilai Rp 158,188 miliar. Berhubung seluruh deposito berjangka Bakrie 7 menggunakan denominasi rupiah, maka seharusnya nilai deposito berjangka rupiah BACA minimal sebesar Rp 9,055 triliun.
Namun yang tercatat hanya Rp 2,171 triliun. Itu berarti, ada selisih sebesar Rp 6,884 triliun yang hingga kini belum dapat dipastikan keberadaannya.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito tengah memanggil manajemen BACA dan Bakrie 7 guna meminta penjelasan soal adanya selisih tersebut. Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno ketika dikonfirmasi pun mengaku tidak mengetahui detil mengenai itu.
"Mungkin itu laporan konsolidasi, saya tidak memegang laporan keuangannya saat ini," ujarnya.
Sedangkan manajemen BACA belum berhasil dikonfirmasi untuk meminta penjelasan soal ini.
(dro/qom)
Demikian berdasarkan penelusuran detikFinance pada laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten Bakrie 7 dan BACA, Selasa (13/7/2010).
Berikut rincian deposito berjangka Bakrie 7 yang berdenominasi rupiah di BACA:
- PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 3,758 triliun.
- PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) senilai Rp 3,504 triliun.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp 1,136 triliun.
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) senilai Rp 202,280 miliar.
- PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) senilai Rp 254,301 miliar.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 9,998 miliar (US$ 1,099 juta).
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 191,398 miliar (US$ 21,055 juta).
Kurs yang digunakan BUMI dan DEWA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 adalah sebesar Rp 9.090/US$, sehingga diperoleh angka deposito BUMI sebesar Rp 9,998 miliar sedangkan DEWA sebesar Rp 191,398 miliar. Keduanya masuk dalam pos deposito berjangka rupiah BACA.
Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di BACA mencapai Rp 9,055 triliun. Namun anehnya, total nilai deposito berjangka BACA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 hanya ada sebesar Rp 2,329 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dan deposito berjangka dolar AS senilai Rp 158,188 miliar. Berhubung seluruh deposito berjangka Bakrie 7 menggunakan denominasi rupiah, maka seharusnya nilai deposito berjangka rupiah BACA minimal sebesar Rp 9,055 triliun.
Namun yang tercatat hanya Rp 2,171 triliun. Itu berarti, ada selisih sebesar Rp 6,884 triliun yang hingga kini belum dapat dipastikan keberadaannya.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito tengah memanggil manajemen BACA dan Bakrie 7 guna meminta penjelasan soal adanya selisih tersebut. Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno ketika dikonfirmasi pun mengaku tidak mengetahui detil mengenai itu.
"Mungkin itu laporan konsolidasi, saya tidak memegang laporan keuangannya saat ini," ujarnya.
Sedangkan manajemen BACA belum berhasil dikonfirmasi untuk meminta penjelasan soal ini.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
