detikfinance

Kadin Dorong Pemerintah Genjot Kerjasama dengan Australia

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Minggu, 18/07/2010 14:07 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai sudah saatnya pemerintah meratifikasi perjanjian perdagangan dengan Australia. Dengan ratifikasi ini, terdapat potensi peningkatan ekspor barang ke Australia hingga US$ 1 miliar.

Demikian disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Adi Tahir, di Swiss-Belhotel Maluku, Sabtu (18/7/2010) malam.

"Yang baru menikmati ratifikasi perjanjian Thailand. Di Asia Tenggara yang belum hanya Indonesia, Laos dan Kamboja. Dengan ratifikasi ada peningkatan ekspor barang ke Australia US$ 1 miliar," jelas Adi.

Ia menambahkan, Australia menjadi salah satu pasar besar ke-9 di dunia dan letaknya pun dekat dengan Indonesia. Jadi saatnya perubahan, bukan hanya Free Trade Area (FTA) dan masalah perubahan tarif bea masuk.

"Kita bersama Australia butuh lebih dari FTA. Kita butuh kerja sama partnership. Apalagi Maluku lebih dekat dari Australia. Dengan potesi alam yang dimiliki, banyak yang bisa dikembangkan," papar Adi.

"Untuk Maluku, buka wawasan lah, bisa Australia bisa Philipina. Harus membangun networking yang baik untuk bisa membangun Maluku," tegasnya.

Menurut Adi, Indonesia jangan lagi berharap banyak dari China, khususnya untuk pengembangan negera ke depan. China tidak lagi menjual barang-barangnya dengan murah karena kebijakan renminbi, yang menyebabkan nilai mata uang Yuan mahal.

"Mereka (China) lebih banyak investasi di dalam negeri. Kita jangan berharap investasi downstream dari China, tidak mungkin. Yang kita bisa harapkan yang Australia ini," paparnya.

Ia pun mengakui, untuk masuk ke pasar Australia sangat sulit. Butuh kualitas yang baik, sesuai strandarisasi yang berlaku di negara Kangguru ini.

"Kami inginnya, (buah) mangga lah setidak-tidaknya masuk Australia. Agak susah memang. Apel New Zeland saja susah masuk. Orang saja kalau masuk, disemprot kayak buah," canda Adi.



(wep/ang)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?