Pemerintah Belum Siap Jalankan Pembatasan BBM Bersubsidi
Selasa, 20/07/2010 14:54 WIB
Jakarta - Pemerintah dinilai belum siap menjalankan kebijakan pembatasan BBM untuk kendaraan mobil pribadi seperti yang telah direncanakan. Karena, infrastruktur dan SDM yang dimiliki belum memadai.
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum DPP Hiswana Migas Eri Purnomohadi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/7/2010).
"Kita belum siap secara infrastruktur, secara SDM juga belum siap. Kalau itu dibatasi lagipula apa kompensasinya, karena yang namanya pengusaha, kalau investasinya return-nya harus jelas. Lagipula ada sosialiasasi dan pelatihan-pelatihan ke operator," ujarnya.
Eri meminta agar pemerintah tidak terburu-buru dalam menjalankan sebuah kebijakan. Sehingga hasilnya dapat memuaskan, tidak seperti kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji yang hasilnya berantakan sampai saat ini.
"Hiswana juga belum mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari pemerintah. Tidak segampang itu melakukan pembatasan terhadap mobil-mobil yang diproduksi di atas tahun 2005," jelas Eri.
Sebelumnya, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemerintah akan membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi mobil pribadi yang diproduksi di atas tahun 2005.
Jika diterapkan mulai September, pembatasan ini ditargetkan bisa menghemat subsidi dalam APBN-P 2010 sebesar 2,3 juta kiloliter.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum DPP Hiswana Migas Eri Purnomohadi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/7/2010).
"Kita belum siap secara infrastruktur, secara SDM juga belum siap. Kalau itu dibatasi lagipula apa kompensasinya, karena yang namanya pengusaha, kalau investasinya return-nya harus jelas. Lagipula ada sosialiasasi dan pelatihan-pelatihan ke operator," ujarnya.
Eri meminta agar pemerintah tidak terburu-buru dalam menjalankan sebuah kebijakan. Sehingga hasilnya dapat memuaskan, tidak seperti kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji yang hasilnya berantakan sampai saat ini.
"Hiswana juga belum mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari pemerintah. Tidak segampang itu melakukan pembatasan terhadap mobil-mobil yang diproduksi di atas tahun 2005," jelas Eri.
Sebelumnya, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemerintah akan membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi mobil pribadi yang diproduksi di atas tahun 2005.
Jika diterapkan mulai September, pembatasan ini ditargetkan bisa menghemat subsidi dalam APBN-P 2010 sebesar 2,3 juta kiloliter.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
