BEI Panggil Danatama Korek Kisruh Deposito Bank Capital
Kamis, 22/07/2010 11:23 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil manajemen PT Danatama Makmur untuk meminta keterangan soal kisruh deposito Bakrie 7 dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA).
"Kita akan bertemu dengan Danatama supaya lebih komprehensif," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito usai pembukaan perdagangan oleh Chairman of Asia Pacific For The Bank of New York Mellon Christopher R. Sturdy di Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Pemanggilan ini, lanjut Eddy, bertujuan untuk memperoleh keterangan dan data yang lebih komprehensif dari pihak Danatama terkait penempatan dana aksi-aksi korporasi Bakrie 7 dan BIPI di BACA.
Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di BACA tertera mencapai Rp 9,005 triliun per 31 Maret 2010, sedangkan BIPI pada periode yang sama juga tercatat menempatkan dana sebesar Rp 1,482 triliun atau totalnya sebesar Rp 10,487 triliun.
Padahal, berdasarkan laporan keuangan BACA di periode yang sama hanya tertera Dana Pihak Ketiga (DPK) BACA sebesar Rp 2,694 triliun. Artinya, ada dana misterius sebesar Rp 7,793 triliun.
Menurut penjelasan manajemen Bakrie 7 dan BIPI, ada kesalahan pencatatan dalam laporan-laporan keuangan tidak diaudit tersebut. Bakrie 7 menyatakan hanya memiliki dana di BACA sebesar Rp 787,977 miliar per 31 Maret 2010, sedangkan BIPI menyatakan tidak memiliki dana di BACA.
Terkait adanya kisruh tersebut, BEI pun memanggil manajemen Danatama guna meinta keterangan lebih lanjut. Sebab, menurut penjelasan manajemen Bakrie 7, pemilihan penempatan dana di deposito BACA dalam aksi-aksi korporasi Bakrie 7 dilakukan atas permintaan Danatama.
Sumber detikFinance mengatakan, manajemen Danatama memang memiliki hubungan dekat dengan pemilik saham mayoritas BACA, Danny Nugroho yang sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama BACA.
"Dari beberapa keterangan dari emiten yang telah diberikan, memang ada hubungan terkait proses right issue. Kita hanya diskusi saja," ungkapnya.
Setelah bursa memprioritaskan kepada emiten, BEI mulai merambah ke perusahaan efek yang memfasilitasi setiap aksi emiten. Seperti diketahui seluruh rights issue anak usaha BNBR ditangani oleh Danatama selaku pembeli siaga (standby buyer).
UNSP sendiri pernah menerbitkan 9,47 miliar saham baru pada harga Rp 525 per saham dengan total nilai Rp 4,97 triliun. Menurut Direktur UNSP Harry M Nadir, penempatan dana Rp 3,504 triliun di BACA itu dilakukan oleh Danatama pada 20 Maret 2010 yang memang menunjuk bank tersebut sebagai tempat menaruh dana aksi korporasi UNSP.
Demikian juga dengan ENRG yang menggelar rights issue sebanyak 26,183 miliar saham di harga Rp 185 per saham dengan total dana yang diperoleh mencapai Rp 4,84 triliun. Kali ini Danatama dan PT Madani Securities bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi ini.
"Jadi dana tersebut hanya parkir sebentar di BACA karena memang pihak pembeli siaga menunjuk bank itu sebagai penempatan dana," ujar Investor Relations ENRG Herwin Hidayat.
Sedangkan Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thaib menjelaskan perkenalan ELTY dengan BACA terjadi ketika beberapa tahun lalu ELTY menggelar rights issue yang ditangani oleh Danatama. Namun kini, dana perseroan di BACA hanya tersisa sedikit, tidak sampai ratusan miliar.
"Dulu kita pernah rights issue dan memang dananya ditempatkan kesana (BACA) oleh Danatama," jelas Hiramsyah
Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Jastiro Abi juga mengatakan hal senada. Abi mengaku kalau perkenalan BTEL dengan BACA terjadi melalui Danatama. Pada tahun 2008, BTEL menggelar rights issue sebanyak 8,638 miliar saham di harga Rp 350 dengan total nilai Rp 3,023 triliun. Danatama menjadi pembeli siaga aksi korporasi ini.
"Ya memang dulu ketika kita rights issue, Danatama memilih penempatan dana di BACA. Tidak ada masalah juga, kita sekarang juga masih taruh sebagian dana operasional disana," ujar Abi.
Rencananya, BEI akan menetapkan keputusan sanksi soal adanya kesalahan pencatatan ini paling lambat besok, Jumat (23/7/2010).
(wep/dro)
"Kita akan bertemu dengan Danatama supaya lebih komprehensif," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito usai pembukaan perdagangan oleh Chairman of Asia Pacific For The Bank of New York Mellon Christopher R. Sturdy di Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Pemanggilan ini, lanjut Eddy, bertujuan untuk memperoleh keterangan dan data yang lebih komprehensif dari pihak Danatama terkait penempatan dana aksi-aksi korporasi Bakrie 7 dan BIPI di BACA.
Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di BACA tertera mencapai Rp 9,005 triliun per 31 Maret 2010, sedangkan BIPI pada periode yang sama juga tercatat menempatkan dana sebesar Rp 1,482 triliun atau totalnya sebesar Rp 10,487 triliun.
Padahal, berdasarkan laporan keuangan BACA di periode yang sama hanya tertera Dana Pihak Ketiga (DPK) BACA sebesar Rp 2,694 triliun. Artinya, ada dana misterius sebesar Rp 7,793 triliun.
Menurut penjelasan manajemen Bakrie 7 dan BIPI, ada kesalahan pencatatan dalam laporan-laporan keuangan tidak diaudit tersebut. Bakrie 7 menyatakan hanya memiliki dana di BACA sebesar Rp 787,977 miliar per 31 Maret 2010, sedangkan BIPI menyatakan tidak memiliki dana di BACA.
Terkait adanya kisruh tersebut, BEI pun memanggil manajemen Danatama guna meinta keterangan lebih lanjut. Sebab, menurut penjelasan manajemen Bakrie 7, pemilihan penempatan dana di deposito BACA dalam aksi-aksi korporasi Bakrie 7 dilakukan atas permintaan Danatama.
Sumber detikFinance mengatakan, manajemen Danatama memang memiliki hubungan dekat dengan pemilik saham mayoritas BACA, Danny Nugroho yang sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama BACA.
"Dari beberapa keterangan dari emiten yang telah diberikan, memang ada hubungan terkait proses right issue. Kita hanya diskusi saja," ungkapnya.
Setelah bursa memprioritaskan kepada emiten, BEI mulai merambah ke perusahaan efek yang memfasilitasi setiap aksi emiten. Seperti diketahui seluruh rights issue anak usaha BNBR ditangani oleh Danatama selaku pembeli siaga (standby buyer).
UNSP sendiri pernah menerbitkan 9,47 miliar saham baru pada harga Rp 525 per saham dengan total nilai Rp 4,97 triliun. Menurut Direktur UNSP Harry M Nadir, penempatan dana Rp 3,504 triliun di BACA itu dilakukan oleh Danatama pada 20 Maret 2010 yang memang menunjuk bank tersebut sebagai tempat menaruh dana aksi korporasi UNSP.
Demikian juga dengan ENRG yang menggelar rights issue sebanyak 26,183 miliar saham di harga Rp 185 per saham dengan total dana yang diperoleh mencapai Rp 4,84 triliun. Kali ini Danatama dan PT Madani Securities bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi ini.
"Jadi dana tersebut hanya parkir sebentar di BACA karena memang pihak pembeli siaga menunjuk bank itu sebagai penempatan dana," ujar Investor Relations ENRG Herwin Hidayat.
Sedangkan Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thaib menjelaskan perkenalan ELTY dengan BACA terjadi ketika beberapa tahun lalu ELTY menggelar rights issue yang ditangani oleh Danatama. Namun kini, dana perseroan di BACA hanya tersisa sedikit, tidak sampai ratusan miliar.
"Dulu kita pernah rights issue dan memang dananya ditempatkan kesana (BACA) oleh Danatama," jelas Hiramsyah
Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Jastiro Abi juga mengatakan hal senada. Abi mengaku kalau perkenalan BTEL dengan BACA terjadi melalui Danatama. Pada tahun 2008, BTEL menggelar rights issue sebanyak 8,638 miliar saham di harga Rp 350 dengan total nilai Rp 3,023 triliun. Danatama menjadi pembeli siaga aksi korporasi ini.
"Ya memang dulu ketika kita rights issue, Danatama memilih penempatan dana di BACA. Tidak ada masalah juga, kita sekarang juga masih taruh sebagian dana operasional disana," ujar Abi.
Rencananya, BEI akan menetapkan keputusan sanksi soal adanya kesalahan pencatatan ini paling lambat besok, Jumat (23/7/2010).
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
