9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Asal Australia dan Jepang Siap Ditarik
Rabu, 28/07/2010 13:40 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Pemerintah akan segera menarik peredaran 9 juta tabung gas elpiji 3 Kg hasil impor dari Australia dan Jepang. Sebanyak 9 juta tabung itu ditengarai tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Yang tidak ber-SNI nanti akan ditarik, ada sekitar 9 juta yang ditengarai. Itu impor dari Australia dan Jepang," kata Menkokesra Agung Laksono di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
Menurut Agung, saat ini pemerintah baru akan menarik tabung-tabung asal impor tersebut. Sementara 45 juta tabung lainnya yang sudah beredar di masyarakat belum akan ditarik karena dinilai masih memenuhi SNI.
"Kalau sudah bertandar SNI untuk apa ditarik. Kalaui tidak ber-SNI tidak boleh diperdagangkan atau diperjualbelikan dan diedarkan. Kalau masih ditemukan di pasaran harus diatrik," ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk cepat tanggap jika melihat tabung elpiji 3 kg yang cacat atau bocor untuk melaporkan kepada Pertamina dan menggantinya dengan yang baru.
Selain itu, ia mengaku pemerintah akan lebih meningkatkan sosialisasi terhadap cara penggunaan elpiji 3 kg beserta aksesorisnya. Bahkan, pemerintah berniat untuk melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah atau door to door.
"Saya kira nanti memang harus door to door, bahkan sampai ke tiap-tiap kecamatan," ujarnya.
(ang/dnl)
"Yang tidak ber-SNI nanti akan ditarik, ada sekitar 9 juta yang ditengarai. Itu impor dari Australia dan Jepang," kata Menkokesra Agung Laksono di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
Menurut Agung, saat ini pemerintah baru akan menarik tabung-tabung asal impor tersebut. Sementara 45 juta tabung lainnya yang sudah beredar di masyarakat belum akan ditarik karena dinilai masih memenuhi SNI.
"Kalau sudah bertandar SNI untuk apa ditarik. Kalaui tidak ber-SNI tidak boleh diperdagangkan atau diperjualbelikan dan diedarkan. Kalau masih ditemukan di pasaran harus diatrik," ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk cepat tanggap jika melihat tabung elpiji 3 kg yang cacat atau bocor untuk melaporkan kepada Pertamina dan menggantinya dengan yang baru.
Selain itu, ia mengaku pemerintah akan lebih meningkatkan sosialisasi terhadap cara penggunaan elpiji 3 kg beserta aksesorisnya. Bahkan, pemerintah berniat untuk melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah atau door to door.
"Saya kira nanti memang harus door to door, bahkan sampai ke tiap-tiap kecamatan," ujarnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
