detikfinance

Wall Street Minus Gara-gara Proyeksi The Fed

Nurul Qomariyah - detikfinance
Kamis, 29/07/2010 06:40 WIB
Foto: Reuters
New York - Bursa Wall Street akhirnya berakhir di teritori negatif setelah Bank Sentral AS melaporkan sinyal-sinyal melemahnya pemulihan ekonomi. Sentimen negatif juga datang dari data-data pesanan barang tahan lama yang lebih rendah dari ekspektasi.

Federal Reserve Beige Book, yang merupakan rangkuman dari kondisi perekonomian nasional AS menyatakan soal perlambatan pemulihan ekonomi AS di beberapa negara bagian. Laporan itu akan digunakan sebagai acuan dari pertemuan Bank Sentral AS berikutnya pada 10 Agustus mendatang.

Sentimen negatif lainnya datang setelah Departemen Perdagangan AS merilis data permintan baru barang-barang pabrikan tahan lama seperti pesawat, mobil, kulkas dan komputer yang turun hingga US$ 2 juta atau 1% dari bulan sebelumnya.

Berbagai sentimen negatif itu dimanfaatkan investor untuk mengambil untung setelah kenaikan saham-saham yang cukup besar sebelumnya.

"Dengan rally yang cukup baik, maka sepertinya para pengambil keuntungan mengambil posisi dan Beige Book menjadi pemicunya," ujar Ryan Detrick, analis senior dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/7/2010).

Pada perdagangan Rabu (28/7/2010), indeks Dow Jones tercatat melemah 39,81 poin (0,38%) ke level 10.497,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,72 poin (0,69%) ke level 1.106,12 dan Nasdaq melemah 23,69 poin (1,04%) ke level 2.264,56.

"Pendapatan perusahaan-perusahaan sudah cukup bagus, namun secara keseluruhan perekonomian masih belum mencapai terbaiknya dan belum kembali seperti kita harapkan," imbuhnya.

Sejauh ini menurut Thomson Reuters Proprietary Research, dari 49% perusahaan yang masuk dalam S&P 500 dan telah mengeluarkan laporan keuangan, 77% diantaranya berhasil melampaui ekspektasi.

Namun perdagangan berjalan sangat tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,11 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 9,65 miliar.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.