Nasib 45 Juta Tabung Elpiji 3 Kg di Tangan Menko Kesra
Jumat, 30/07/2010 13:43 WIB
Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) menyatakan nasib 45 juta tabung elpiji 3 kg yang sudah beredar di masyarakat diserahkan kepada Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kesra) apakah akan ditarik atau tidak.
Menurut Menteri ESDM Darwin Saleh, pada prinsipnya sesuatu yang membahayakan rakyat tidak bisa dibiarkan. Namun, keputusan untuk menarik kembali 45 tabung elpiji 3 kg bukan menjadi kewenangannya.
"Itu (penarikan 45 juta tabung elpiji 3 kg) ditanyakan ke Menko Kesra. Karena masukan dari (Kementerian) ESDM, Mendag, Bareskrim itu semua masuk ke Menko Kesra," ujarnya usai shalat Jumat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Menurutnya, pemerintah memang harus secepatnya ambil posisi untuk mengatasi masalah tabung elpiji 3 kg. Pemerintah harus bisa mengidentifikasi dengan tepat berapa jumlah tabung yang membahayakan.
"Artinya kita (pemerintah) kaji lagi secara tepat dan cepat," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah didesak untuk segera menarik 45 juta paket perdana elpiji 3 kg yang saat ini sudah beredar di masyarakat.
Tarik 45 juta tabung beserta aksesorisnya. Apa kita mau tunggu korban terus berjatuhan? Karena kita tidak tahu kapan tabung ini akan meledak," ujar pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dalam diskusi di Megawati Institute, Jalan Proklamasi 53, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).
Menurut dia, pemerintah harus segera menarik seluruh tabung tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Biaya yang dikeluarkan untuk pergantian tersebut harus menjadi tanggung jawab pemerintah karena program konversi minyak ke elpiji 3 kg merupakan kebijakan yang dibuat pemerintah.
Untuk penarikan paket perdana tersebut dibutuhkan peran serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) karena dengan otoritasnya ia bisa menugaskan camat dan lurah untuk mempercepat proses penarikan 45 juta paket perdana elpiji tersebut.
(ang/dnl)
Menurut Menteri ESDM Darwin Saleh, pada prinsipnya sesuatu yang membahayakan rakyat tidak bisa dibiarkan. Namun, keputusan untuk menarik kembali 45 tabung elpiji 3 kg bukan menjadi kewenangannya.
"Itu (penarikan 45 juta tabung elpiji 3 kg) ditanyakan ke Menko Kesra. Karena masukan dari (Kementerian) ESDM, Mendag, Bareskrim itu semua masuk ke Menko Kesra," ujarnya usai shalat Jumat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Menurutnya, pemerintah memang harus secepatnya ambil posisi untuk mengatasi masalah tabung elpiji 3 kg. Pemerintah harus bisa mengidentifikasi dengan tepat berapa jumlah tabung yang membahayakan.
"Artinya kita (pemerintah) kaji lagi secara tepat dan cepat," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah didesak untuk segera menarik 45 juta paket perdana elpiji 3 kg yang saat ini sudah beredar di masyarakat.
Tarik 45 juta tabung beserta aksesorisnya. Apa kita mau tunggu korban terus berjatuhan? Karena kita tidak tahu kapan tabung ini akan meledak," ujar pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dalam diskusi di Megawati Institute, Jalan Proklamasi 53, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).
Menurut dia, pemerintah harus segera menarik seluruh tabung tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Biaya yang dikeluarkan untuk pergantian tersebut harus menjadi tanggung jawab pemerintah karena program konversi minyak ke elpiji 3 kg merupakan kebijakan yang dibuat pemerintah.
Untuk penarikan paket perdana tersebut dibutuhkan peran serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) karena dengan otoritasnya ia bisa menugaskan camat dan lurah untuk mempercepat proses penarikan 45 juta paket perdana elpiji tersebut.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
