Elpiji 12 Kg Tak Disubsidi, Pertamina Berpotensi Kehilangan Laba Rp 3 Triliun
Jumat, 30/07/2010 16:16 WIB
Foto: dok. detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berpotensi kehilangan Rp 3 triliun laba bersih jika masih menjual rugi elpiji 12 kg. Hal ini bisa dihentikan jika pemerintah memberikan subsidi terhadap elpiji 12 kg sehingga menutup kerugian Pertamina.
Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu, dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Pertamina, harga keekonomian elpiji 12 kg mencaji faktor penting dalam target raupan laba tahun ini sebesar Rp 25 triliun.
"Asumsi yang dipasang jadi tidak sesuai, di RKAP harga elpiji 12 kg harus naik dan ICP semester I di US$ 80. Tapi kan ICP hanya US$ 78," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Menurut Said, dua faktor tersebut sangat mempengaruhi target laba Pertamina, bahkan jika harga elpiji 12 kg tidak bisa dijual secara keekonomian maka ada potensi kehilangan laba Rp 3 triliun.
Said menambahkan, dengan potensi kehilangan laba tersebut, maka jumlah setoran Pertamina berupa dividen kepada negara juga berpotensi berkurang.
"Siapa yang nanggung kerugian Pertamina? Sementara yang melarang naik banyak pihak lain. Tidak fair betul itu," ujarnya.
Selain itu menurut Said, dengan harga elpiji 12 kg yang masih rendah maka banyak pihak, seperti perusahaan swasta dan asing yang menikmati harga gas dengan murah.
"Masa perusahaan asing berhak mengatur harga, Pertamina tidak. yang tidak disubsidi saja tidak boleh diatur," ungkapnya.
"Kalau Pertamina masih selalu dibebani tugas-tugas pemerintah tanpa perhitungan PSO yang benar Pertamina akan susah sekali berkembang," ujarnya.
(ang/dnl)
Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu, dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Pertamina, harga keekonomian elpiji 12 kg mencaji faktor penting dalam target raupan laba tahun ini sebesar Rp 25 triliun.
"Asumsi yang dipasang jadi tidak sesuai, di RKAP harga elpiji 12 kg harus naik dan ICP semester I di US$ 80. Tapi kan ICP hanya US$ 78," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Menurut Said, dua faktor tersebut sangat mempengaruhi target laba Pertamina, bahkan jika harga elpiji 12 kg tidak bisa dijual secara keekonomian maka ada potensi kehilangan laba Rp 3 triliun.
Said menambahkan, dengan potensi kehilangan laba tersebut, maka jumlah setoran Pertamina berupa dividen kepada negara juga berpotensi berkurang.
"Siapa yang nanggung kerugian Pertamina? Sementara yang melarang naik banyak pihak lain. Tidak fair betul itu," ujarnya.
Selain itu menurut Said, dengan harga elpiji 12 kg yang masih rendah maka banyak pihak, seperti perusahaan swasta dan asing yang menikmati harga gas dengan murah.
"Masa perusahaan asing berhak mengatur harga, Pertamina tidak. yang tidak disubsidi saja tidak boleh diatur," ungkapnya.
"Kalau Pertamina masih selalu dibebani tugas-tugas pemerintah tanpa perhitungan PSO yang benar Pertamina akan susah sekali berkembang," ujarnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
