BI Belum Nyaman Turunkan Batas Penjaminan Dana Rp 2 Miliar
Jumat, 30/07/2010 16:51 WIB
Foto: dok. detikFinance
Jakarta - Penjaminan dana nasabah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 2 miliar di bank dinilai masih layak untuk kondisi saat ini. Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan LPS sepakat belum akan menurunkan nilai penjaminan tersebut.
Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan walaupun Indonesia memang tidak terlalu terpukul karena krisis kemarin, namun di negara lain pemulihan masih berlangsung.
"Perlu diingatkan, kita di Indonesia ini tidak terlalu terpukul krisis dan memang kita cepat pulih dibandingkan negara lain yang belum aman," ujar Darmin di Gedung Kementrian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (30/07/2010).
Darmin mengatakan, masih banyak negara yang mempertahankan blanket guarantee atau penjaminan penuh.
"Syukur kita malah barangkali merasa tidak perlu dikhawatirkan memang. Namun saat ini negara lain masih menderita krisis dan masih banyak yang menggunakan blanket guarantee," ungkapnya.
Darmin menambahkan, kebijakan keluar dari krisis sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati. Ini mengingat krisis terjadi karena faktor luar juga.
"Karena krisis itu tidak hanya datang dari dalam negeri kita, bisa juga dari luar seperti 2008. Kita akan terus merespons kebijakan dari berbagai negara," tambahnya.
Ditempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pihaknya sama sekali belum membahas mengenai nilai penjaminan tersebut.
"Saya kira situasi kita yang sudah sangat baik ini kita hanya prioritaskan untuk menyelesaikan JPSK," kata Hatta.
Anggota Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo menjelaskan penjaminan yang dinaikkan sebesar Rp 2 miliar dilakukan memang pada saat terjadi krisis kemarin. "Itupun perlu dilakukan koordinasi dengan Kemenkeu bagaimana melihat situasi menyeluruh apakah rawan atau krisis atau tidak," katanya.
Heru mengakui, saat ini masih banyak negara yang menerapkan penjaminan penuh terkait krisis Eropa.
"Pertimbangannya hanya satu untuk menurunkan penjaminan yakni apakah situasi sudah aman atau stabil atau belum," tukasnya.
Kepala LPS Firdaus Djaelani sebelumnya mengatakan, besarnya penjaminan simpanan nasabah perbankan sebesar Rp 2 miliar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah seharusnya diturunkan mengingat kondisi ekonomi dan perbankan yang sudah stabil. Penjaminan untuk dana hingga Rp 2 miliar itu merupakan yang tertinggi di Asia.
(dru/ang)
Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan walaupun Indonesia memang tidak terlalu terpukul karena krisis kemarin, namun di negara lain pemulihan masih berlangsung.
"Perlu diingatkan, kita di Indonesia ini tidak terlalu terpukul krisis dan memang kita cepat pulih dibandingkan negara lain yang belum aman," ujar Darmin di Gedung Kementrian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (30/07/2010).
Darmin mengatakan, masih banyak negara yang mempertahankan blanket guarantee atau penjaminan penuh.
"Syukur kita malah barangkali merasa tidak perlu dikhawatirkan memang. Namun saat ini negara lain masih menderita krisis dan masih banyak yang menggunakan blanket guarantee," ungkapnya.
Darmin menambahkan, kebijakan keluar dari krisis sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati. Ini mengingat krisis terjadi karena faktor luar juga.
"Karena krisis itu tidak hanya datang dari dalam negeri kita, bisa juga dari luar seperti 2008. Kita akan terus merespons kebijakan dari berbagai negara," tambahnya.
Ditempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pihaknya sama sekali belum membahas mengenai nilai penjaminan tersebut.
"Saya kira situasi kita yang sudah sangat baik ini kita hanya prioritaskan untuk menyelesaikan JPSK," kata Hatta.
Anggota Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo menjelaskan penjaminan yang dinaikkan sebesar Rp 2 miliar dilakukan memang pada saat terjadi krisis kemarin. "Itupun perlu dilakukan koordinasi dengan Kemenkeu bagaimana melihat situasi menyeluruh apakah rawan atau krisis atau tidak," katanya.
Heru mengakui, saat ini masih banyak negara yang menerapkan penjaminan penuh terkait krisis Eropa.
"Pertimbangannya hanya satu untuk menurunkan penjaminan yakni apakah situasi sudah aman atau stabil atau belum," tukasnya.
Kepala LPS Firdaus Djaelani sebelumnya mengatakan, besarnya penjaminan simpanan nasabah perbankan sebesar Rp 2 miliar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah seharusnya diturunkan mengingat kondisi ekonomi dan perbankan yang sudah stabil. Penjaminan untuk dana hingga Rp 2 miliar itu merupakan yang tertinggi di Asia.
(dru/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
