BI: Pertumbuhan Kredit Dekati 20% di Akhir Juli
Jumat, 30/07/2010 17:43 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit sampai dengan akhir Juli 2010 hampir mencapai 20%. Kredit pada akhir Juli 2010 tercatat sebesar Rp 140 triliun (yoy).
Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jumat (30/07/2010).
"Kredit terus menunjukan kenaikan, mencapai Rp 140 triliun atau tumbuh hampir 20% tepatnya 19,6%," kata Wimboh
Wimboh optimistis kredit akan terus tumbuh kedepan seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) diawal tahun bank-bank menargetkan kredit tumbuh mencapai 24%. "Kita belum menghitung adanya revisi di pertengahan tahun karena RBB bank baru saja masuk lagi di Juni 2010 kemarin," ungkapnya.
Ditempat yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan bank-bank menunjukan sinyal untuk merevisi pertumbuhan kredit keatas. "Walaupun memang belum dihitung namun saya kira jika ada revisi pasti kredit tumbuh keatas (dari RBB awal 24%," kata Muliaman.
Hingga saat ini, lanjut Muliaman, bank sentral masih menghitung rata-rata pertumbuhan kredit dari masing-masing bank di pertengahan tahun. "Nanti setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) akan diumumkan lebih lanjut," katanya.
(dru/ang)
Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jumat (30/07/2010).
"Kredit terus menunjukan kenaikan, mencapai Rp 140 triliun atau tumbuh hampir 20% tepatnya 19,6%," kata Wimboh
Wimboh optimistis kredit akan terus tumbuh kedepan seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) diawal tahun bank-bank menargetkan kredit tumbuh mencapai 24%. "Kita belum menghitung adanya revisi di pertengahan tahun karena RBB bank baru saja masuk lagi di Juni 2010 kemarin," ungkapnya.
Ditempat yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan bank-bank menunjukan sinyal untuk merevisi pertumbuhan kredit keatas. "Walaupun memang belum dihitung namun saya kira jika ada revisi pasti kredit tumbuh keatas (dari RBB awal 24%," kata Muliaman.
Hingga saat ini, lanjut Muliaman, bank sentral masih menghitung rata-rata pertumbuhan kredit dari masing-masing bank di pertengahan tahun. "Nanti setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) akan diumumkan lebih lanjut," katanya.
(dru/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
