Konversi Gas, Kebijakan Pemerintah yang Terburu-buru
Sabtu, 31/07/2010 12:27 WIB
Foto: dok. detikFinance
Jakarta - Kebijakan pemerintah untuk mengkonversi minyak tanah ke gas LPG dinilai sebagai kebijakan yang terburu-buru. Ketergesaan itu memicu kurangnya kontrol dan akhirnya berujung pada maraknya kecelakaan.
"Saya melihat ini kebijakan grusak-grusuk (terburu-buru), pengen cepet-cepet semua gratis," tutur anggota DPR dari Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edy, dalam diskusi Polemik Nasib Konversi LPG di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Tjatur yang masih menjadi anggota Komisi VII DPR pada saat kebijakan konversi gas diluncurkan, menilai kebijakan tersebut hanya dimaksudkan untuk kepentingan ekonomi semata. Tanpa memperhatikan aspek dan kepentingan lainnya.
"Tujuannya ekonomi sehingga kontrol longgar tanpa melihat aspek sosiologis yang begitu besar," ucapnya.
Tjatur menuturkan, sebenarnya pada saat itu Komisi VII DPR tidak menyetujui kebijakan koversi gas ini. Namun, dalam perjalanannya melihat harga minyak tanah yang melambung tinggi dan mempengaruhi anggaran negara, maka DPR lantas memberi izin ke pemerintah untuk melakukan konversi gas.
"Untuk menekan subsidi kita apresiasi, tapi kita minta betul-betul pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian. Juga sosialisasi terhadap masyarakat harus betul-betul dilaksanakan dengan baik," terang Tjatur yang kini menjadi anggota Komisi III DPR.
(nvc/ang)
"Saya melihat ini kebijakan grusak-grusuk (terburu-buru), pengen cepet-cepet semua gratis," tutur anggota DPR dari Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edy, dalam diskusi Polemik Nasib Konversi LPG di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Tjatur yang masih menjadi anggota Komisi VII DPR pada saat kebijakan konversi gas diluncurkan, menilai kebijakan tersebut hanya dimaksudkan untuk kepentingan ekonomi semata. Tanpa memperhatikan aspek dan kepentingan lainnya.
"Tujuannya ekonomi sehingga kontrol longgar tanpa melihat aspek sosiologis yang begitu besar," ucapnya.
Tjatur menuturkan, sebenarnya pada saat itu Komisi VII DPR tidak menyetujui kebijakan koversi gas ini. Namun, dalam perjalanannya melihat harga minyak tanah yang melambung tinggi dan mempengaruhi anggaran negara, maka DPR lantas memberi izin ke pemerintah untuk melakukan konversi gas.
"Untuk menekan subsidi kita apresiasi, tapi kita minta betul-betul pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian. Juga sosialisasi terhadap masyarakat harus betul-betul dilaksanakan dengan baik," terang Tjatur yang kini menjadi anggota Komisi III DPR.
(nvc/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
