detikfinance

Laporan dari Dubai

KJRI Bawa 3 Perusahaan Dubai Investasi di Indonesia

Eddi Santosa - detikfinance
Sabtu, 31/07/2010 14:28 WIB
Foto: KJRI Dubai
Dubai - Tiga perusahaan Dubai akhirnya menyatakan minat untuk investasi di Indonesia. Satu perusahaan furnitur dalam waktu dekat akan membangun pabrik di Jepara bekerjasama dengan pengusaha setempat.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan secara terpisah antara Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran dengan perusahaan furnitur dan disain interior Perla Lichi, SBK Holdings (kelompok usaha milik Sheikh Sultan bin Khalifa Al-Nahyan) dan Al-Ghurair Group di Dubai.

"Diperoleh informasi bahwa ketiga perusahaan berminat untuk berinvestasi di Indonesia, bahkan dua diantaranya telah memiliki mitra di Indonesia," tutur Sekretaris I Pensosbud Yana Rudiyana kepada detikfinance, Sabtu (31/7/2010).

Konjen RI Mansyur Pangeran kepada ketiga perusahaan menegaskan bahwa iklim investasi di Indonesia saat ini cukup menjanjikan, terbukti minat asing untuk berinvestasi di Indonesia masuk ke dalam urutan index ke-17 dunia.

Dalam pertemuan dengan Konjen RI yang didampingi Counsellor Ekonomi Dede Ahmad Rifai, Direktur Operasi Timteng Perla Lichi Ossama Salem, menyatakan bahwa pabrik furniturnya setiap bulan mendatangkan tiga kontainer bahan-bahan pembuatan furnitur dari Indonesia.

"Mengingat semakin banyaknya permintaan furnitur, kami dalam waktu dekat akan membangun pabrik di Jepara, bekerjasama dengan pengusaha setempat," ujar Salem di pabriknya, kawasan Ras Al Khaimah.

Perla Lichi, yang berkantor pusat di Florida (AS) dan memiliki showroom di Jumeirah, Dubai, saat ini juga telah mempekerjakan beberapa tukang dan pengrajin kayu dari Indonesia. Produk Perla Lichi menyasar pasar kalangan atas di Uni Emirat Arab dan negara-negara Arab lainnya. 

Gandeng Garuda

Antusiasme sama juga disampaikan anggota Dewan Direksi SAR Private Capital dan Chairman Vega Tours dari Al-Ghurair Group. Disebutkan bahwa Al-Ghurair Group merencanakan akan mengembangkan bisnisnya di Indonesia yang dimulai dengan bisnis di sektor pariwisata.

Dalam hal ini, Vega Tours bersama mitra perusahaan wisata Indonesia Jendela Tours akan menggandeng Garuda Indonesia untuk mendatangkan wisatawan dari Dubai ke Indonesia dan sebaliknya, dengan menggunakan armada pesawat Garuda Indonesia.

Sementara itu Development Manager SBK Holding Dr. Ramzi Halasa juga menyambut baik tawaran peluang investasi di Indonesia.

Secara khusus, Ramzi meminta penjelasan lebih rinci mengenai peluang investasi pembangunan pembangkit listrik panas bumi, bandara internasional, air minum, dan jembatan.

SBK Holdings bergerak di berbagai bidang bisnis, seperti minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, baja, pangan, pusat perbelanjaan, perhotelan, properti, private equity, perbankan, asuransi dan jasa keuangan, pertanian, peternakan serta penerbangan. 

Terpisah, Konjen RI Mansyur Pangeran mengatakan bahwa selain mencari peluang bisnis di negara akreditasi, pihaknya juga terus berusaha memasarkan potensi daerah dengan mendatangkan pengusaha asing ke Indonesia.

"Diharapkan upaya yang dilakukan dalam rangka mempromosikan potensi daerah ini dapat didukung sepenuhnya oleh pusat maupun daerah khususnya instansi dan pihak-pihak terkait, sehingga agenda bisnis ini dapat segera terealisir," demikian Mansyur.



(es/es)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.