Pemerintah Tak Khawatir Masyarakat Beralih ke Minyak Tanah
Sabtu, 31/07/2010 16:31 WIB
Foto: dok. detikFinance
Samarinda - Pemerintah mengaku tidak menyimpan kekhawatiran maraknya ledakan gas elpiji 3 Kg mengakibatkan masyarakat kembali beralih menggunakan minyak tanah. Untuk itu pemerintah saat ini tengah fokus mengebut kajian penghapusan disparitas harga 3 Kg subsidi dan 12 Kg non subsidi.
"Saat ini terus mengkaji bagaimana caranya menghilangkan disparitas harga elpiji 3 Kg dan 12 Kg," kata Menko Kesra Agung Laksono kepada detikFinance,di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jl Pangeran Diponegoro, Sabtu (31/07/2010).
Agung mengatakan, disparitas harga elpiji 3 Kg bersubsidi dan 12 Kg non subsidi dengan selisih harga Rp 70.600,memberikan langkah lain bagi sebagian elemen masyarakat untuk mengeruk keuntungan melalui pengoplosan elpiji 3 Kg yang berakibat terjadinya tabung.
"Aparat lagi mencari modus penyebaran elpiji hasil oplosan. Ada yang dengan cara bagi-bagi kupon kepada masyarakat miskin," ujar Agung.
Agung menambahkan, sinyalemen masyarakat yang ingin beralih kembali ke kompor minyak tanah, menyusul maraknya penemuan kerusakan tabung, bukan solusi tepat.
"Tidak. Itu adalah ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Kita jangan menyerah," imbuh Agung.
Tidak hanya tabung elpiji tidak berlogo SNI mengalami kebocoran,di sejumlah daerah pun elpiji berlogo SNI juga mengalami kebocoran. Menanggapi tabung berlogo SNI juga mengalami kebocoran, Agung membantah.
(ang/ang)
"Saat ini terus mengkaji bagaimana caranya menghilangkan disparitas harga elpiji 3 Kg dan 12 Kg," kata Menko Kesra Agung Laksono kepada detikFinance,di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jl Pangeran Diponegoro, Sabtu (31/07/2010).
Agung mengatakan, disparitas harga elpiji 3 Kg bersubsidi dan 12 Kg non subsidi dengan selisih harga Rp 70.600,memberikan langkah lain bagi sebagian elemen masyarakat untuk mengeruk keuntungan melalui pengoplosan elpiji 3 Kg yang berakibat terjadinya tabung.
"Aparat lagi mencari modus penyebaran elpiji hasil oplosan. Ada yang dengan cara bagi-bagi kupon kepada masyarakat miskin," ujar Agung.
Agung menambahkan, sinyalemen masyarakat yang ingin beralih kembali ke kompor minyak tanah, menyusul maraknya penemuan kerusakan tabung, bukan solusi tepat.
"Tidak. Itu adalah ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Kita jangan menyerah," imbuh Agung.
Tidak hanya tabung elpiji tidak berlogo SNI mengalami kebocoran,di sejumlah daerah pun elpiji berlogo SNI juga mengalami kebocoran. Menanggapi tabung berlogo SNI juga mengalami kebocoran, Agung membantah.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
