Data Pengangguran Bikin Wall Street Lesu
Sabtu, 07/08/2010 11:03 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street AS langsung lesu ketika pemerintah AS mengumumkan data lapangan kerja dan pengangguran di Juli 2010. Data tersebut memperlihatkan kecilnya kesempatan bagi lapangan kerja baru di sektor swasta.
Sebenarnya, saham-saham di Wall Street memperlihatkan kinerja yang bagus karena laporan keuangan yang mengkilap dari para emiten.
"Setelah laporan kinerja perusahaan meningkat, muncul kekecewaan dari kondisi perekonomian yang ternyata tidak berubah dari sisi ketenagakerjaan," ujar Analis Peter Kenny seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (7/8/2010).
Di Juli, AS telah kehilangan 131 ribu lapangan kerja. Tingkat pengangguran AS stabil di level 9,5%, tetapi 44% di antaranya kehilangan pekerjaan selama enam bulan atau lebih lama.
Tingkat pengangguran ini menjadi berita buruk di negara tersebut, sehingga langsung membuat saham-saham berjatuhan.
Pada perdagangan Jumat, indeks saham Dow Jones turun 21,42 poin (0,2%) menjadi 10.653,56, indeks S&P 500 turun 4,17 poin (0,37%) menjadi 1.121,64, dan indeks Nasdaq turun 4,59 poin (0,2%) menjadi 2.288,47.
Sementara selama satu pekan ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 menunjukkan kenaikan 1,8%, sedangkan indeks saham Nasdaq naik 1,5%.
(dnl/dnl)
Sebenarnya, saham-saham di Wall Street memperlihatkan kinerja yang bagus karena laporan keuangan yang mengkilap dari para emiten.
"Setelah laporan kinerja perusahaan meningkat, muncul kekecewaan dari kondisi perekonomian yang ternyata tidak berubah dari sisi ketenagakerjaan," ujar Analis Peter Kenny seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (7/8/2010).
Di Juli, AS telah kehilangan 131 ribu lapangan kerja. Tingkat pengangguran AS stabil di level 9,5%, tetapi 44% di antaranya kehilangan pekerjaan selama enam bulan atau lebih lama.
Tingkat pengangguran ini menjadi berita buruk di negara tersebut, sehingga langsung membuat saham-saham berjatuhan.
Pada perdagangan Jumat, indeks saham Dow Jones turun 21,42 poin (0,2%) menjadi 10.653,56, indeks S&P 500 turun 4,17 poin (0,37%) menjadi 1.121,64, dan indeks Nasdaq turun 4,59 poin (0,2%) menjadi 2.288,47.
Sementara selama satu pekan ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 menunjukkan kenaikan 1,8%, sedangkan indeks saham Nasdaq naik 1,5%.
(dnl/dnl)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
