PLN Klaim Indonesia Timur Sudah Bebas Pemadaman Bergilir
Senin, 16/08/2010 13:19 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) menambah pasokan listrik sebanyak 410 MW di wilayah Indonesia bagian Timur. Dengan demikian, perusahaan pelat merah itu mengklaim wilayah tersebut sudah bebas pemadaman bergilir.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Operasi Pembangkit Indonesia Timur Vickner Sinaga dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (16/8/2010).
"Kita sudah lepas pemadaman bergilir untuk Indonesia bagian timur. Sampai Januari kapasitas terpasang itu 1.700 MW, kita tambah lagi 410 MW selama 6 bulan ini," ujarnya.
Penambahan daya tersebut dilakukan dengan cara menyewa mesin dengan alokasi sekitar 64% dari total daya tambahan. Sementara sisanya sebanyak 36% dilakukan dari perbaikan mesin juga pembelian excess power dari pihak lain.
Ia mengatakan, PLN juga sedang mengupayakan untuk kembali menambah daya di wilayah tersebut. Tahun ini, ditargetkan ada beberapa pembangkit yang akan mulai beroperasi, di antaranya 25 MW di Sulawesi Utara, 10 MW di Kendari, 7 MW di Ende dan 2,5 MW dari independent power producer (IPP).
"Tahun depan ada di Poso 200 MW di triwulan III karena mereka bangun transmisinya juga jadi agak lama," tambahnya.
Menurutnya, dari 133 sistem kelistrikan yang ada di wilayah Indonesia bagian Timur, sebanyak 83 sistem sebelumnya mengalami gangguan. Namun, 83 sistem itu kini sudah mulai beroperasi meski masih membutuhkan pengawasan intensif.
Sebanyak 48 sistem dari 83 sistem itu masih diawasi dengan cermat karena memiliki cadangan daya di bawah 10%. Sementara sisanya sudah memiliki cadangan 10-20%.
"Jadi istilahnya sudah keluar dari ICU, selang-selangnya sudah dicabut tapi masih harus diobservasi. Sesekali suster masih datang menengok," candanya.
Vickner mengatakan, rata-rata produksi listrik PLN di wilayah Indonesia timur saat ini mencapai Rp 2.000 per kwh. Namun, listrik tersebut hanya dijual seharga Rp 660 per kwh.
"Kita usahakan dengan munculnya beberapa pembangkit tahun ini kita bisa menjual listrik 12 miliar kwh sampai akhir tahun ini," jelasnya.
(ang/dnl)
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Operasi Pembangkit Indonesia Timur Vickner Sinaga dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (16/8/2010).
"Kita sudah lepas pemadaman bergilir untuk Indonesia bagian timur. Sampai Januari kapasitas terpasang itu 1.700 MW, kita tambah lagi 410 MW selama 6 bulan ini," ujarnya.
Penambahan daya tersebut dilakukan dengan cara menyewa mesin dengan alokasi sekitar 64% dari total daya tambahan. Sementara sisanya sebanyak 36% dilakukan dari perbaikan mesin juga pembelian excess power dari pihak lain.
Ia mengatakan, PLN juga sedang mengupayakan untuk kembali menambah daya di wilayah tersebut. Tahun ini, ditargetkan ada beberapa pembangkit yang akan mulai beroperasi, di antaranya 25 MW di Sulawesi Utara, 10 MW di Kendari, 7 MW di Ende dan 2,5 MW dari independent power producer (IPP).
"Tahun depan ada di Poso 200 MW di triwulan III karena mereka bangun transmisinya juga jadi agak lama," tambahnya.
Menurutnya, dari 133 sistem kelistrikan yang ada di wilayah Indonesia bagian Timur, sebanyak 83 sistem sebelumnya mengalami gangguan. Namun, 83 sistem itu kini sudah mulai beroperasi meski masih membutuhkan pengawasan intensif.
Sebanyak 48 sistem dari 83 sistem itu masih diawasi dengan cermat karena memiliki cadangan daya di bawah 10%. Sementara sisanya sudah memiliki cadangan 10-20%.
"Jadi istilahnya sudah keluar dari ICU, selang-selangnya sudah dicabut tapi masih harus diobservasi. Sesekali suster masih datang menengok," candanya.
Vickner mengatakan, rata-rata produksi listrik PLN di wilayah Indonesia timur saat ini mencapai Rp 2.000 per kwh. Namun, listrik tersebut hanya dijual seharga Rp 660 per kwh.
"Kita usahakan dengan munculnya beberapa pembangkit tahun ini kita bisa menjual listrik 12 miliar kwh sampai akhir tahun ini," jelasnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
