BEI Mulai Periksa Transaksi Tak Wajar Indomobil
Kamis, 19/08/2010 08:58 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai pemeriksaan atas broker-broker yang memfasilitasi transaksi perdagangan saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) di pasar sekunder lantaran terjadi peningkatan aktivitas secara tidak wajar.
"Kami masih mengumpulkan dokumen dari pihak-pihak yang diduga terlibat," ujar Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi Prasetyo di kantornya, BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (18/8/2010) malam.
Menurut Uriep, permintaan dokumen-dokumen yang dimaksud telah dilakukannya sejak dua hari lalu. Pemeriksaan lebih mendalam baru dapat dilakukan setelah data-data terkumpul.
Saham IMAS sempat masuk kategori Unusual Market Activity (UMA) lantaran terjadi peningkatan aktivitas transaksi secara drastis. Tak mempan dengan UMA, BEI pun mengenakan sanksi suspensi dalam rangka cooling down.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, tercatat cukup banyak broker yang melakukan transaksi saham IMAS.
Broker-broker yang paling aktif melakukan aksi beli saham IMAS sejak 9 Agustus hingga 16 Agustus antara lain PT Dinamika Usahajaya, PT Phillips Securities, PT Danpac Sekuritas, PT Indopremier dan PT e-Trading Securities.
Sementara, lima perusahaan yang aktif melakukan aksi jual saham ini adalah PT Net Sekuritas, PT Nikko Securities, PT Lautandhana Securities, PT Kim Eng Securities, dan PT Inovasi Utama Sekurindo.
(dro/dro)
"Kami masih mengumpulkan dokumen dari pihak-pihak yang diduga terlibat," ujar Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi Prasetyo di kantornya, BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (18/8/2010) malam.
Menurut Uriep, permintaan dokumen-dokumen yang dimaksud telah dilakukannya sejak dua hari lalu. Pemeriksaan lebih mendalam baru dapat dilakukan setelah data-data terkumpul.
Saham IMAS sempat masuk kategori Unusual Market Activity (UMA) lantaran terjadi peningkatan aktivitas transaksi secara drastis. Tak mempan dengan UMA, BEI pun mengenakan sanksi suspensi dalam rangka cooling down.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, tercatat cukup banyak broker yang melakukan transaksi saham IMAS.
Broker-broker yang paling aktif melakukan aksi beli saham IMAS sejak 9 Agustus hingga 16 Agustus antara lain PT Dinamika Usahajaya, PT Phillips Securities, PT Danpac Sekuritas, PT Indopremier dan PT e-Trading Securities.
Sementara, lima perusahaan yang aktif melakukan aksi jual saham ini adalah PT Net Sekuritas, PT Nikko Securities, PT Lautandhana Securities, PT Kim Eng Securities, dan PT Inovasi Utama Sekurindo.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
