detikfinance

Terbitkan Obligasi Junior, CAR CIMB Niaga Naik 1,5%

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 23/08/2010 15:09 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Usai penyerapan obligasi subordinasinya menjadi Rp 1,38 triliun, PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat rasio kecukupan modal perseroan naik 1,5% atau menjadi 13,6%.

"Tanpa memperhitungkan subdebt, CAR Bank Niaga 12,1%. Tapi kalau ditambah subdebt, nambah 1,5% lagi di 2010," jelas Direktur Keuangan BNGA Wan Razie dalam paparan publik di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Senin (23/8/2010).

Ia menambahkan, dana yang didapat akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha di bidang kredit kendaraan bermotor dan kredit usaha kecil menengah (UKM).

"Di tengah banyaknya perusahaan yang menerbitkan surat utang, permintaan atas subdebt CIMB Niaga relatif besar. Berasal dari investor dalam dan luar negeri. Jenis investor beragam, dari manajeman aset, dana pensiun, asuransi, bank," ungkap Direktur Utama perseroan, Arwin Rasyid.

Setelah melalui proses masa penawaran awal (bookbuilding), perseroan menetapkan nilai obligasi subordinasi atau juniornya menjadi Rp 1,38 triliun. Obligasi junior ini berjangka waktu 7 tahun. Kupon bunga ditetapkan sebesar 11,3%.

Selain itu, dana subdebt, berdasarkan prospektus, akan digunakan untuk melaksanakan opsi beli (call option) atas obligasi subordinasi senilai US$ 100 juta yang dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan diterbitkan pada 14 Juli 2005.

Pada 14 Juli 2005, perseroan menerbitkan obligasi subordinasi berdenominasi dolar AS senilai US$ 100 juta yang dicatatkan di Bursa Singapura. Obligasi ini bertenor 10 tahun.

Dalam penerbitan obligasi tersebut, BNGA menawarkan opsi beli balik pada tahun ke 5 yang berarti akan jatuh pada 14 Juli 2010. Perseroan berencana mengeksekusi opsi tersebut.

Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga Desember 2010 tetap 20%, atau tidak mengalami revisi dari apa yang disampaikan di awal tahun. "Kita sesuaikan dengan proyeksi BI waktu itu. Mereka kan bilang kredit tumbuh 18-20%, kita ambil sekitar itu, meskipun saat ini kredit sudah tumbuh 26%," tegas Arwin.

 

 



(wep/dro)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?