Waspadai 'Selipan' Makanan Kadaluarsa di Parsel
Rabu, 25/08/2010 08:23 WIB
Jakarta - Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) menyerukan kepada masyarakat agar mewaspadai makanan dan minuman kadaluarsa dalam parsel-parsel menjelang lebaran.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Kustantinah kepada detikFinance, Rabu (25/8/2010).
"Menjelang lebaran dan Idul Fitri, BPOM mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai makanan atau minuman dalam kemasan yang kadaluarsa yang umumnya diselipkan di dalam parsel," tuturnya.
Dia mengatakan, berdasarkan temuan-temuan BPOM di lebaran-lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, kerap kali ditemukan barang kadaluarsa yang dimasukkan ke dalam parsel. BPOM pun menyatakan akan turun langung ke lapangan untuk mengecek keberadaan makanan dan minuman kadaluarsa di dalam parsel pada 2 minggu sebelum lebaran.
"Masyarakat terkadang terjebak menerima tanpa mengecek barang tersebut kadaluarsa
atau tidak, apalagi itukan pemberian gratis. BPOM 2 minggu sebelum lebaran akan
mengerahkan tim untuk memantau makanan dan minuman di dalam parsel," tegasnya.
Selain itu, BPOM juga memberi imbauan tegas kepada pengusaha lewat asosiasi agar anggotanya tidak 'nakal' menjual makanan dan minuman kadaluarsa jelang lebaran.
"Banyak pengusaha-pengusaha yang nakal memenfaatkan momen ini," imbuhnya.
(dnl/qom)
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Kustantinah kepada detikFinance, Rabu (25/8/2010).
"Menjelang lebaran dan Idul Fitri, BPOM mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai makanan atau minuman dalam kemasan yang kadaluarsa yang umumnya diselipkan di dalam parsel," tuturnya.
Dia mengatakan, berdasarkan temuan-temuan BPOM di lebaran-lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, kerap kali ditemukan barang kadaluarsa yang dimasukkan ke dalam parsel. BPOM pun menyatakan akan turun langung ke lapangan untuk mengecek keberadaan makanan dan minuman kadaluarsa di dalam parsel pada 2 minggu sebelum lebaran.
"Masyarakat terkadang terjebak menerima tanpa mengecek barang tersebut kadaluarsa
atau tidak, apalagi itukan pemberian gratis. BPOM 2 minggu sebelum lebaran akan
mengerahkan tim untuk memantau makanan dan minuman di dalam parsel," tegasnya.
Selain itu, BPOM juga memberi imbauan tegas kepada pengusaha lewat asosiasi agar anggotanya tidak 'nakal' menjual makanan dan minuman kadaluarsa jelang lebaran.
"Banyak pengusaha-pengusaha yang nakal memenfaatkan momen ini," imbuhnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
