PLN Resmi Ikut Kelola Listrik Bandara
Rabu, 25/08/2010 16:24 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) dan PT Angkasa Pura II secara resmi bekerjasama dalam pengelolaan sistem kelistrikan di bandara-bandara yang dikelola oleh PT AP II. PLN menawarkan empat skema kerjasama dalam pengelolaan listrik bandara.
Komitmen kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Direktur PT PLN (Persero) Dahlan Iskan dan Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko, disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
Penandatanganan nota yang disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar ini merupakan solusi menyusul insiden matinya listrik di Bandara Soekarno-Hatta, 6 Agustus lalu.
Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, MoU ini merupakan landasan awal bagi kedua belah pihak untuk melakukan kerjasama dalam pengelolaan listrik di Bandara.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman ini maka akan segera dilakukan pengkajian atas situasi Bandara Soekarno-Hatta untuk menentukan ruang lingkup dan batasan-batasan kerjasama yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama.
Dahlan mengaku dirinya telah menawarkan empat skema kerjasama yang bisa dipilih manajemen PT AP II.
Keempat skema itu yaitu tahap pertama di mana PLN hanya menjadi konsultan dan penasehat jika ada gangguan di bandara. Kedua, PLN bertanggung jawab hanya sampai gardu induk saja. Tahap ketiga, PLN mengurusi hingga tegangan menengah 20 KV atau tahap keempat PLN mengambil alih semuanya.
"Kami pikir karena pengoperasian sehari-hari listrik di sana dikelola oleh Angkasa Pura maka sebaiknya cukup sampai tahap 3. Kecuali Angkasa Pura minta semua," ungkapnya.
PLN yang memiliki pengalaman menangani listrik Istana Negara dan DPR berjanji akan menangani listrik bandara dengan standar zero tolerance.
Sementara itu, Dirut PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko menyambut baik kerjasama tersebut. Menurut dia, pengelolaan listrik di obyek vital seperti bandara dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang dimiliki PLN.
"Kelistrikan memang bukan core bisnisnya PT AP II sehingga dengan adanya kerjasama ini kita akan fokus pada pelayanan pengguna jasa transportasi bandara," ujar Tri.
Angkasa Pura II saat ini mengelola 12 bandara yaitu Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno-Hatta serta sejumlah bandara di Bandung, Palembang, Medan, Pontianak, Padang, Pekanbaru, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Jambi.
(epi/dnl)
Komitmen kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Direktur PT PLN (Persero) Dahlan Iskan dan Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko, disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
Penandatanganan nota yang disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar ini merupakan solusi menyusul insiden matinya listrik di Bandara Soekarno-Hatta, 6 Agustus lalu.
Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, MoU ini merupakan landasan awal bagi kedua belah pihak untuk melakukan kerjasama dalam pengelolaan listrik di Bandara.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman ini maka akan segera dilakukan pengkajian atas situasi Bandara Soekarno-Hatta untuk menentukan ruang lingkup dan batasan-batasan kerjasama yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama.
Dahlan mengaku dirinya telah menawarkan empat skema kerjasama yang bisa dipilih manajemen PT AP II.
Keempat skema itu yaitu tahap pertama di mana PLN hanya menjadi konsultan dan penasehat jika ada gangguan di bandara. Kedua, PLN bertanggung jawab hanya sampai gardu induk saja. Tahap ketiga, PLN mengurusi hingga tegangan menengah 20 KV atau tahap keempat PLN mengambil alih semuanya.
"Kami pikir karena pengoperasian sehari-hari listrik di sana dikelola oleh Angkasa Pura maka sebaiknya cukup sampai tahap 3. Kecuali Angkasa Pura minta semua," ungkapnya.
PLN yang memiliki pengalaman menangani listrik Istana Negara dan DPR berjanji akan menangani listrik bandara dengan standar zero tolerance.
Sementara itu, Dirut PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko menyambut baik kerjasama tersebut. Menurut dia, pengelolaan listrik di obyek vital seperti bandara dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang dimiliki PLN.
"Kelistrikan memang bukan core bisnisnya PT AP II sehingga dengan adanya kerjasama ini kita akan fokus pada pelayanan pengguna jasa transportasi bandara," ujar Tri.
Angkasa Pura II saat ini mengelola 12 bandara yaitu Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno-Hatta serta sejumlah bandara di Bandung, Palembang, Medan, Pontianak, Padang, Pekanbaru, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Jambi.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
