detikfinance

Pasokan Listrik Jakarta Bakal Bertambah 600MW Akhir 2010

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Rabu, 25/08/2010 18:19 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik ke Jakarta akan bertambah 600 megawatt (MW) pada akhir 2010. Penambahan pasokan tersebut akan digunakan untuk melayani daftar tunggu pelanggan listrik PLN yang mencapai 700 MW.

Hal ini disampaikan Dahlan usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman mengenai pengelolaan sistem pasokan ketenagalistrikan yang handal di sejumlah bandara yang dikelola Angkasa Pura II di kantor Kementerian Negara BUMN, Jakarta, Rabu (25/8/2010).

"Bukan hanya ke wilayah Jakarta tapi juga ke wilayah Jakarta yang sensitif karena dia tidak bisa mengambil listrik dari jaringan 500 Kilovolt ampere (KVa)," ujar Dahlan.

Menurut Dahlan, penambahan pasokan listrik ke wilayah Jakarta itu seiring dengan pengoperasian satu unit PLTU Lontar dan satu unit PLTU Indramayu, dengan kapasitas masing-masing 300 MW.
 
PLTU Lontar yang direncanakan beroperasi pada akhir tahun ini. Sementara PLTU Indramayu akan beroperasi pada Oktober 2010. Keduanya masuk dalam proyek 10.000 Mw tahap I.

Selain untuk memperkuat listrik Jakarta, keberadaan kedua pembangkit itu juga akan menggantikan  pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang dan Tanjung Priok, jika sewaktu-waktu kedua pembangkit tersebut mengalami gangguan atau sedang dalam pemeliharaan.

"Dengan begitu PLTGU Muara Karang nantinya bisa dimatikan sewaktu-waktu," ungkapnya.

Selain dua PLTU tersebut, pembangkit lainnya yang akan beroperasi pada tahun ini yaitu PLTU Rembang. Keberadaan PLTU ini akan memperkuat pasokan listrik Jawa Bali.

"PLTU Rembang mungkin bulan depan. Nantinya PLTU Rembang akan gantikan PLTGU Tambak Lorok yang tidak dapat gas," tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang, Purnomo Willy menyatakan saat ini pasokan listrik baru sebesar 5.500 MW.

Di mana 1.800 MW berasal dari PLTGU Tanjung Priok dan PLTGU Muara Karang. Sedangkan sisanya berasal dari 11 interbust transformer yang menyalurkan listrik dari sistem listrik Jawa Bali.

"Dari sisi suplai memang tidak defisit. Namun kita perlu cadangan untuk memperkuat kehandalan pasokan," jelasnya.

Rencananya, lanjut dia, tambahan pasokan itu akan digunakan untuk melayani daftar tunggu calon pelanggan listrik yang mencapai 700 MW.

"Dari total daftar tunggu itu, 80-90 persennya adalah industri sedang sisanya adalah rumah tangga," tambahnya.



(epi/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.