50 Tahun di Indonesia, Panasonic Masih Jual Elektronik Impor
Rabu, 25/08/2010 19:50 WIB
Jakarta - Panasonic-Gobel pada tahun 2010 ini merayakan periode kerjasamanya yang ke-50 tahun. Usia 50 tahun dianggap sebagai tahun emas bagi Panasonic berinvestasi di Indonesia.
Kolaborasi Panasonic-Gobel setidaknya telah menghasilkan produk-produk elektronik di Indonesia seperti Kamera, AC, Kulkas, mesin cuci dan lain-lain, namun selama periode 50 tahun tersebut belum terjadi pembangunan industri yang terintegrasi karena ada beberapa produk yang masih impor seperti produk televisi.
"Impor kita secara total hanya kira-kira 17 %," kata Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia Rinaldi Sjarif usai acara konferensi pers di Ritz Carlton, Rabu (25/8/2010).
Ia menjelaskan beberapa produk yang masih harus diimpor adalah TV LED build up dari Jepang, kulkas di atas 500 liter masih impor sementara kulkas 200-300 sudah dibuat di dalam negeri dan lain-lain.
Dikatakannya produk impor Panasonic umumnya produk TV karena belum dibuat di Indonesia dan barang-barang high end.
Selain itu juga mengenai penggunaan komponen lokal, produk Panasonic yang memiliki teknologi tinggi tingkat kandungan lokalnya masih rendah. Sementara untuk produk-produk elektronik dasar seperti radio komponen lokalnya sudah di atas 70%.
"Tingkat komponen lokal tergantung produknya," katanya.
Sementara itu Sekjen Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan penggunaan komponen impor dalam era industrialisasi saat ini tak bisa dihindari. Di berbagai negara hal semacam ini lazim terjadi dengan komposisi tertentu.
"Di mana-mana semua sudah campuran," kata Agus di tempat yang sama.
Ia mengatakan pengembangan industri komponen sangat penting agar industri di dalam negeri bisa menjadi bagian penyuplai industri elektronik dunia. Menurut Agus, alat atau produk di sektor elektronik sangat sekali berubah, dan posisi Indonesia akan sulit mengejar Jepang.
"Jadi yang harus diperkuat adalah industri komponen, terutama komponen-komponen aktif seperti IC, yang harus diperkuat karena bisa dijual ke mana saja," katanya.
(hen/dnl)
Kolaborasi Panasonic-Gobel setidaknya telah menghasilkan produk-produk elektronik di Indonesia seperti Kamera, AC, Kulkas, mesin cuci dan lain-lain, namun selama periode 50 tahun tersebut belum terjadi pembangunan industri yang terintegrasi karena ada beberapa produk yang masih impor seperti produk televisi.
"Impor kita secara total hanya kira-kira 17 %," kata Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia Rinaldi Sjarif usai acara konferensi pers di Ritz Carlton, Rabu (25/8/2010).
Ia menjelaskan beberapa produk yang masih harus diimpor adalah TV LED build up dari Jepang, kulkas di atas 500 liter masih impor sementara kulkas 200-300 sudah dibuat di dalam negeri dan lain-lain.
Dikatakannya produk impor Panasonic umumnya produk TV karena belum dibuat di Indonesia dan barang-barang high end.
Selain itu juga mengenai penggunaan komponen lokal, produk Panasonic yang memiliki teknologi tinggi tingkat kandungan lokalnya masih rendah. Sementara untuk produk-produk elektronik dasar seperti radio komponen lokalnya sudah di atas 70%.
"Tingkat komponen lokal tergantung produknya," katanya.
Sementara itu Sekjen Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan penggunaan komponen impor dalam era industrialisasi saat ini tak bisa dihindari. Di berbagai negara hal semacam ini lazim terjadi dengan komposisi tertentu.
"Di mana-mana semua sudah campuran," kata Agus di tempat yang sama.
Ia mengatakan pengembangan industri komponen sangat penting agar industri di dalam negeri bisa menjadi bagian penyuplai industri elektronik dunia. Menurut Agus, alat atau produk di sektor elektronik sangat sekali berubah, dan posisi Indonesia akan sulit mengejar Jepang.
"Jadi yang harus diperkuat adalah industri komponen, terutama komponen-komponen aktif seperti IC, yang harus diperkuat karena bisa dijual ke mana saja," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
