detikfinance

AXA Mandiri Bidik Laba Rp 1 Miliar per Hari

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Kamis, 26/08/2010 12:10 WIB
Foto: Whery-detikFinance
Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), membidik perolehan laba sebesar Rp 1 miliar per hari, atau Rp 365 miliar sepanjang tahun 2010. Hingga paruh pertama ini, AXA Mandiri baru mencapai laba Rp 178,8 miliar.

Menurut Presiden Direktur AXA Mandiri, Albertus Wiroyo, guna mengejar laba Rp 1 miliar per hari, perseroan mengupayakan unit Financial Advisor (FA) yang ditempatkan di Bank Mandiri. Strategi lain dengan menggenjot unit telemarketing, yang hingga kini berjumlah 200 orang.

"JV (Join Venture) dengan Bank Mandiri bisa membantu mamasarkan produk. Bank Mandiri sebagai tempat untuk menjual unit link atau bank assurance hingga bisa mencapai Rp 1 miliar laba per hari," ungkap Albert saat ditemui di kantornya, Gedung Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Ia menambahkan, dengan jumlah nasabah AXA Mandiri yang mencapai 400 ribu orang telah berkontribusi terhadap laba perseroan sebesar Rp 178,8 miliar. Tentu dengan masih adanya potensial nasabah dari Bank Mandiri, 10 juta orang, maka AXA Mandiri yakin target Rp 1 miliar per hari dapat tercapai.

"Support kita baru 400 ribu masih ada yang lain. Belum sinergi di anak usaha Bank Mandiri yang lain, seperti Mandiri Tunas dan Bank Sinar Harapan," katanya.

Perolehan laba di semester I ini meningkat 122% dibandingkan posisi tahun 2009. Di mana pertumbuhan didukung oleh premi pertanggungan baru yang disetahunkan (annualized fisrt year premium/AFYP) sebesar Rp 1 triliun. Premi sendiri mengalami peningkatan 268% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ia menambahkan, aset AXA Mandiri per bulan Juni 2010 mencapai Rp 6,9 triliun atau meningkat 39% dari tahun lalu yang Rp 4,8 triliun.

Naiknya laba dan aset menghasilkan profitabilitas yang signifikan dengan imbal hasil rata-rata (Return on Assets) 5,5%. Rasio kecukupan modal (Risk Based Capital) perseroan berada di tingkat 441%, lebih dari yang ditentukan Kementerian Keuangan 120%.



(wep/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?