Hampir Over Limit, Bank Mandiri Susah Kasih Utang ke Pertamina
Kamis, 26/08/2010 13:45 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk sulit memberikan kredit kepada PT Pertamina (Persero). Pasalnya, jumlah pinjaman Pertamina kepada bank pelat merah tersebut hampir mendekati batas maksimum.
"Masalah pertamina agak beda, bukan tidak mau. Dalam aturan bank ada batas maksimal pemberian kredit, kalau kita berikan BNPK dalam jumlah yang cukup besar nanti bisa mendekati batas kredit bagi Pertamina," ujar Direktur Utama BMRI, Zulkifli Zaini saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Namun, Zulkifli mengaku tidak dapat mengingat besaran pembiayaan yang telah dilakukan BMRI kepada Pertamina beserta anak Perusahaannya.
Seperti yang diketahui, PT Pertamina (Persero) mencari pinjaman senilai US $1,5 miliar guna membiayai investasi pada 2010. Dana pinjaman tersebut akan menggantikan obligasi yang ditunda penerbitannya ke kuartal pertama tahun 2011.
Penerbitan obligasi internasional senilai US$1,5 miliar mundur karena laporan keuangan tahunan untuk 2009 diperkirakan baru selesai Oktober 2010.
Sebelumnya, Pertamina menargetkan penerbitan obligasi pada semester pertama 2010, lalu mundur kuartal terakhir 2010 dengan asumsi laporan keuangan 2009 keluar September 2010.
Perusahaan migas tersebut sudah menunjuk tiga sekuritas sebagai penjamin penerbitan obligasi global masing-masing Citigroup, HSBC, dan Credit Suisse.
(nia/ang)
"Masalah pertamina agak beda, bukan tidak mau. Dalam aturan bank ada batas maksimal pemberian kredit, kalau kita berikan BNPK dalam jumlah yang cukup besar nanti bisa mendekati batas kredit bagi Pertamina," ujar Direktur Utama BMRI, Zulkifli Zaini saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Namun, Zulkifli mengaku tidak dapat mengingat besaran pembiayaan yang telah dilakukan BMRI kepada Pertamina beserta anak Perusahaannya.
Seperti yang diketahui, PT Pertamina (Persero) mencari pinjaman senilai US $1,5 miliar guna membiayai investasi pada 2010. Dana pinjaman tersebut akan menggantikan obligasi yang ditunda penerbitannya ke kuartal pertama tahun 2011.
Penerbitan obligasi internasional senilai US$1,5 miliar mundur karena laporan keuangan tahunan untuk 2009 diperkirakan baru selesai Oktober 2010.
Sebelumnya, Pertamina menargetkan penerbitan obligasi pada semester pertama 2010, lalu mundur kuartal terakhir 2010 dengan asumsi laporan keuangan 2009 keluar September 2010.
Perusahaan migas tersebut sudah menunjuk tiga sekuritas sebagai penjamin penerbitan obligasi global masing-masing Citigroup, HSBC, dan Credit Suisse.
(nia/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
