detikfinance

Riset MarkPlus Insight & Marketeers

Bagi Anak Muda, Musik itu Adalah Alat Pemersatu

Joseph Kristofel - detikfinance
Jumat, 27/08/2010 15:07 WIB
Jakarta - Minggu pertama Agustus 2010, Jakarta kebanjiran musisi internasional. Beberapa promoter Musik di Jakarta memang seakan berpacu menggenjot setoran. Maklum bulan Ramadhan akan tiba di minggu kedua. Maka itu, sebelum puasa, promotor musik di tanah air bergegas  menggelar beberapa pesta musik untuk anak muda.

Hari selasa ada Slash (3/8) di Istora Senayan, ada juga konser "Free...For Ariel" di Cafe The Rock milik Ahmad Dhani. Hari rabu (4/8) ada Beatfest di Bengkel Night Park yang menampilkan band asal Skotlandia, Belle & Sebastian. Di rabu yang sama juga ada konser All Time Low di Lapangan Tenis Indoor Senayan. Hari Jumat (6/8), ada Ian Brown dan Kula Shaker di Lapangan ABC. Puncaknya adalah konsernya, artis 'imut' asal Korea, Kim Bum, yang tampil di Mangga Dua Square hari Sabtu (7/8).

Seorang pemerhati musik, Aldo Sianturi, mengatakannya ini adalah pesta untuk dua golongan: anak muda yang musik fans dan anak muda yang musik fanatik. Di setiap konser itu pasti akan ditemui dua golongan tersebut. Tak heran ketika Budiono Darsono (Pemred Detik.com) datang ke konser All Time Low yang menarget kalangan ABG, dia sempat nge-tweet dengan mengabarkan "All Time Low masih kalah dengan Genesis."

Bagi anak muda, acara musik seperti ini menjadi momen selebrasi kebebasan. Mereka yang datang, banyak juga yang usianya cukup muda, bahkan beberapa datang ditemani oleh orang tuanya.

Tidak perlu untuk mengerti musiknya dengan dalam. Di konser Slash contohnya, crowd yang datang adalah mereka yang cukup muda. Bisa dibilang mereka tidak benar-benar mengerti musik dari Slash, karena ketika Slash lagi jaya bersama Guns 'N' Roses (GNR) di era tahun 90’an, mereka masih terbilang kecil.

Namun bukan berarti hal itu akan menghalangi anak muda untuk datang di konser-konser musik seperti ini. Malam itu mereka tetap bisa menikmati serunya konser, walaupun kadang kala, saat Slash mulai menampilkan aksi gitar solonya, yang melengking dan meraung-raung, hanya sedikit yang cukup mengerti dan benar-benar menikmati.

Situasi berubah drastis ketika sang vokalis mulai keluar, membawakan beberapa lagu dari GNR. Walaupun yang dinyanyikan adalah lagu era tahun '90an, tapi ribuan anak muda yang ada di dalam Istora Senayan benar-benar terbius dan terbawa oleh indahnya harmonisasi suara sang vokalis, drum yang meledak-ledak, lengkingan gitar dan permainan lighting.

Dalam acara-acara musik seperti ini, anak muda cenderung melebur dengan suasana, menjadi dekat satu dengan lainnya, menjadi sebuah komunitas yang dipersatukan oleh hasrat yang sama, yaitu musik.

Produsen rokok seperti Gudang Garam, yang menjadi sponsor utama pada konser Slash serta Djarum dan Sampoerna, yang juga sering menyeponsori acara-acara musik, memang cukup jeli dalam memahami hasrat anak muda. Sering kali mereka menggunakan musik sebagai magnet, yang menarik ribuan anak muda untuk berkumpul di satu tempat, kemudian dijadikan target branding dan promosi produk mereka. Sebuah cara yang efektif untuk mendekatkan karakter merk kepada komunitas yang ingin dituju.

Anak muda menyukai musik, buat mereka musik itu bahasa universal, medium ekspresi jiwa mereka yang dinamis, alat yang hebat untuk mempersatukan anak muda menjadi sebuah komunitas.

Artikel ini ditulis berdasarkan analisa hasil riset sindikasi terhadap hampir 800 responden anak muda di 6 kota besar di Indonesia, SES A-B, Umur 16-35, yang dilakukan bulan Februari-Maret 2010 oleh MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers..

Oleh Joseph Kristofel (Associate Research Manager, MarkPlus Insight)



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?